by -

 

foto A HL

 

 

Foto Lokasi tambang diambil dari sudut mesin pompa SPAM yang berjarak sekitar 50 meter kearah aktifitas tambang. Nampak aktifitas warga yang sedang mengambil tailing.

 

Tambang Hajar Kawasan SPAM

*Setiap Sore, 561 Warga Desa Mengkubang Minta Jatah

 

DAMAR-Aktivitas penambangan di Kabupaten Belitung Timur semakin tak terkendali. Jika sebelum aktivitas tambang merambah aliran cadangan air baku PDAM Kecamatan Gantung, kali ini merambah kawasan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM). SPAM ini berlokasi di Air Penasin Desa Mengkubang, Kecamatan Damar. Lokasi yang tadinya merupakan lahan perkebunan karet, kini disulap menjadi tambang timah.

 

Sejak beberapa pekan terakhir, diketahui aktivitas tambang tersebut berjarak kurang lebih 50 an meter dari mesin pompa air SPAM. Bahkan karena diduga banyak menghasilkan pasir timah, setiap hari ratusan warga Desa Mengkubang Damar meminta jatah “reman”.

 

Dari hasil penambangan timah tersebut, warga mendapat jatah hasil tambang setiap sore. Pantauan Belitong Ekspres, saat mendatangi lokasi tambang, Sabtu (20/2) pekan lalu, beberapa warga datang lebih awal untuk mengambil tanah “tailing” yang tumpah di belakang sakan. Sedangkan pekerja tambang terlihat sibuk memperbaiki peralatan tambang sebelum memulai aktifitas.
“Baru selesai pindah mesin bang, tadinya diatas (sambil menunjuk arah) sekarang turun kebawah,” ujar salah seorang yang mengaku membantu pemilik tambang untuk mengawasi.

Ia juga mengatakan, adanya penambangan sangat membantu masyarakat sekitar. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 561 orang warga tercatat menuliskan nama dan membubuhan tandatangan sebagai bukti menerima jatah tambang yang diberlakukan pemilik tambang setiap sore selesai pencucian diatas sakan.

“Ada catatannya bang ini, totalnya (warga, red) abang lihat sendiri,” saat menyodorkan buku besar catatan pada harian ini.

Menurutnya, jatah yang didapat setiap warga dihitung menggunakan takaran tertentu. Diperkirakan, rata-rata setiap warga mendapat 1 (satu) kilogram timah dalam kondisi basah.

Saat harian ini, mendatangi lokasi penambangan tersebut, nampak sebuah alat berat jenis eksavator masih beroperasi guna memindahkan tanah sekaligus membuka area tambang.
Satu mesin yang digunakan untuk menyemprot didalam lubang kerja ditempatkan pada sumber air SPAM. Sedangkan mesin lain dengan kapasitas besar digunakan sebagai alat hisap untuk mendorong mineral tambang sampai ke sakan.

Di bagian atas, sakan dibuat sebanyak dua unit saling bersebelahan. Menurut beberapa warga, hal tersebut diberlakukan pemilik tambang karena mineral yang dihisap dengan cepat memenuhi tiap-tiap sakan.

Sisi lain tambang timah tersebut, lokasi penambangan merupakan lahan kebun karet warga yang telah dijual pemiliknya. Dibeli dengan harga ratusan juta rupiah, kebun karet yang telah diterbitkan SKT-nya oleh pihak Desa tersebut kini berubah peruntukkannya.

 

Permasalahan yang terjadi bukan karena persetujuan warga, namun dikuatirkan akan jebolnya tanggul pembatas dari tanah galian tambang dengan air SPAM tersebut.

Setelah mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa ada pemilik dan penanggung jawab lokasi tersebut adalah warga yang berdomisili di kota Manggar, namun saat dikonfirmasikan harian ini, si pemilik lahan tidak berada ditempat bahkan beberapa wartawan saat berusaha dan mencoba menemui pemilik tambang, Sayangnya, pemilik tambang berusaha menghindar dan terkesan enggan dikonfirmasi. (feb)