22 Pemuda Digaruk Pol PP

by -

*Diduga Berbuat Negatif di eks RSUD Belitung

Pemuda-pemudi yang digaruk Pol PP diamankan di kantor Pol PP.
Pemuda-pemudi yang digaruk Pol PP diamankan di kantor Pol PP.

TANJUNGPANDAN-Sebanyak 21 pemuda dan satu pemudi di amankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, lantaran diduga melakukan perbuatan negatif. Mereka ditangkat di kawasan eks Rumah Sakit Marsidi Judono, Jalan Melati Kelurahan Kampong Parit, Tanjungpandan, Rabu (27/4), malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres menyebutkan, sebanyak 22 orang ini diamankan Pol PP dua kali dalam semalam. Pertama pada Pukul 22.00 WIB dan kedua pukul 24.00 WIB. Selain mengamankan pemuda-pemudi ini Pol PP juga menemukan satu buah kasur dan (maaf) pakaian dalamm wanita.

Setelah diamankan Pol PP Kabupaten Belitung, kedua orang tua pemuda-pemudi yang mayoritas pelajar SMP dan SMA di Belitung ini digiiring ke Polsek Tanjungpandan untuk diberi pembinaan. Terhadap mereka juga dilakukan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung.

Dari hasil tes ini, seluruh pemuda-pemudi ini hasilnya negatif. Tidak ada terindikasi narkoba jenis tanaman maupun non tanaman. “Hasilnya negatif. Mereka mayoritas mengkonsumsi obat batuk dan minuman keras,” kata salah satu pegawai BNN Kabupaten Belitung.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar mengatakan, awalnya dia mendapat laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya puluhan muda-mudi diduga berbuat negatif di eks RSUD ini.

Setelah dicek,  puluhan muda-mudi ditemui banyak di lokasi tersebut. Mengetahui hal itu, Pol PP langsung menyergap dan memburu sejumlah orang yang diduga melakukan perbuatan zina di lokasi tersebut.

“Saat kita datang, muda-mudi ini banyak yang kabur. Kami awal hanya mengamankan sebanyak 17 orang,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Belitung, kepada Belitong Ekspres, Kamis (28/4) kemarin, di Polsek Tanjungpandan.

Setelah mengamankan 17 orang ini, Pol PP diinformasikan kembali oleh masyarakat adanya aktifitas negatif di lokasi. Usai mendapat laporan itu, sejumlah anggota kembali menyusur lokasi dan akhirnya pol pp kembali mengamankan pemuda yang berada di eks RSUD itu.

“Jumlahnya sebanyak lima orang. Setelah itu, kami juga dihubungi kembali untuk ketiga kalinya, namun kami tidak dapat hasil. Muda-mudi saat mengetahui kami datang mereka kabur,” katanya.

Setelah mengamankan sebanyak 22 orang, Pol PP Kabupaten Belitung langsung mendata nama-nama pemuda pemudi ini dan memanggil kedua orang tuanya. “Kami tegaskan kepada mereka, saya tidak ingin muda mudi ini kembali ditangkap,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Tanjungpandan Kompol Andi Rahmadi mengatakan, dirinya sudah menerima pelimpahakan pemuda-pemudi ini ke Polsek. Untuk hukuman yang akan diberikan, berupa pembinaan.

“Untuk hukuman kita akan beri pembinaan. Seperti hukuman pada umumnya yakni olahraga dan kebersihan. Selain itu, kita juga panggil orang tuanya dan buatkan surat pernyataan,” kata Kompol Andi.

Terpisah End, salah satu wanita yang diamankan ini mengaku dirinya tidak mengetahui kalau dilarang untuk memasuki eks RSUD Kabupaten Belitung. Sebab, awalnya dia hanya ikut rekan-rekannya ke tempat itu. “Kami tidak ngapa-ngapain. Kita ikut teman-teman nongkrong, kami kaget saat pol pp datang,” katanya.

Lainnya, yakni Hendri mengaku tidak berbuat negatif seperti minum arak dan komik di eks RSUD ini. Namun, dia bersama rekan-rekannya ingin melakukan uji nyali lantaran tempat itu konon menyimpan suatu hal mistik.

“Kami penasaran dengan informasi itu. Makanya kita datang ke RSUD untuk uji nyali. Lha kok malah kita ditangkap,” katanya diamini seluruh pemuda-pemudi usai dilakukan tes urine. (kin)