223 Pelajar SD dan SMP Bertanding di O2SN

by -
sport-edisi-23-maret-2017-piala-bergilir
Bupati Beltim Yuslih Ihza menyerahkan trophy bergilir kepada panitia pertandingan.

DAMAR-Sebanyak 223 orang pelajar SD/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan pelajar SMP/Madrasah Tsyaniah (MTs) mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tahun 2017, Rabu (22/3) kemarin. O2SN berlangsung selama tiga hari, dari Rabu, 22 Maret hingga Jum’at, 24 Maret 2017 di Stadion Belitung Timur Pelangi, Kecamatan Damar.

Ketua Panitia Pelaksana O2SN, Asmaryatin mengungkapkan jumlah peserta yang berpartisipasi untuk jenjang SD/MI terdiri dari 62 orang. Sedangkan jenjang SMP/MTs terdiri dari 161 orang. Peserta 02SN adalah siswa siswi terbaik hasil seleksi tingkat kecamatan.

“Tiap kecamatan diambil 6 orang putra dan putri SD/MI untuk tiap cabang olah raga yang dipertandingkan. Untuk tingkat SMP/MTs dipilih 8 orang terbaik untuk tiap cabang,” ungkap Asmaryatin seperti dilansir siaran pers Diskominfo Beltim.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim ini menyebutkan untuk tingkat SD/MI mempertandingkan 6 cabor. Sedangkan untuk tingkat SMP/MTs hanya 5 cabor.

“Peserta dari jenjang SD/ MI memperebutkan medali dari 32 nomor lomba dari 6 cabor. Kalau untuk SMP/MTs memperebutkan 38 buah medali dari 5 cabor yang kita lombakan. Bedanya cuman ajang SMP itu tidak ada cabor senam,” terang Asmayatin.

Untuk hadiah pada masing-masing nomor lomba, mantan Camat Dendang itu menjelaskan, Juara I akan memproleh medali emas, piagam dan uang pembinaan Rp 800.000. Juara II akan memperoleh medali perak, piagam, dan uang pembinaan Rp 600.000 dan Juara III selain memperoleh medali perunggu juga akan memperoleh piagam dan uang sebesar Rp 400.000.

“Peserta dengan perolehan medali terbanyak akan menjadi peserta terbaik. Trophy juara bergilir akan diberikan untuk kecamatan dengan perolehan medali terbanyak. Selian itu, para pemenang juga akan mewakili Kabupaten Beltim di ajang yang sama tingkat Provinsi,” jelasnya.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza saat membuka kegiatan O2SN mengatakan usia dini adalah masa yang tepat untuk mengembangkan minat bakat serta kreatifitas anak, khususnya di bidang olah raga. Hal itu sesuai dengan tema O2SN tahun 2017 ini yakni ‘Membangun Olah Raga Sejak Usia Dini’.

“Memperkenalkan olahraga kepada anak dengan cara belajar sambil bermain akan memudahkan para guru dan orang tua untuk mengetahui sejauh mana minat dan bakat anak terhadap jenis olah raga yang disukainya. Minat itu harus diasah sehingga dapat menciptakan genarasi penerus yang memiliki kemampuan yang lebih di bidang olah raga,” kata Yuslih.

Melalui kegiatan tersebut Yuslih juga berharap dapat membina dan mempersiapkan olahragawan berprestasi di tingkat Kabupaten, Provinsi bahkan Nasional sejak usia sekolah.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Saya berpesan agar peserta menjunjung tinggi sportifitas, kompetitif, rasa percaya diri dan tanggung jawab,” ujarnya. (diskominfo/red)