234 Jerigen Mitan Diselundupkan

by -

*Polisi Tangkap BB dan Kapten Kapal, Pensuplai di Belitung Belum Ditemukan

foto B-polwan saat menunjukan barang bukti mitan..

Foto B: ainul yakin/be
Petugas di Polres Belitung menunjukkan barang bukti (BB) ratusan jerigen mitan di Mapolres.

TANJUNGPANDAN-Ratusan jerigen minyak tanah (mitan) diamankan Polres Belitung saat hendak diselundupkan ke Pulau Pongok Bangka Selatan. Panangkapan ini dipimpin Wakapolres Belitung Kompol Muslim Nanggala dan Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Chandra Matta, di Dermaga Pelabuhan Perikanan Tanjungpandan, Sabtu (29/8) lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres menyebutkan, pada saat itu polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya aktivitas dugaan kuat penyelundupan mitan. Setelah di investigasi Tim Buser Polres Belitung, memang ditemukan adanya minyak disalah satu kapal, saat hendak berangkat ke Bangka.
Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Chandra Matta seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurutnya, saat ini polisi sudah mengamankan ratusan jerigen beserta Capten Kapal.
“Total keseluruhan dari barang bukti sebanyak 234 jerigen. Tiap jerigen, berisikan 18 liter. Saat ini sudah diamankan beserta kapten kapal atas nama Burhanuddin warga Pongok Bangka Selatan,” ujar Kasat Reskrim Polres Belitung kepada Belitong Ekspres, Senin (31/8) kemarin.
Dijelaskan Kasat Reskrim, kronologis penangkapan usai Tim Buser melakukan investigasi, mereka langsung melaporkan kepada Kasat Reskrim. Setelah itu dirinya beserta Wakapolres langsung menuju ke lokasi.
“Saat kami sudah di lokasi, kita melihat ratusan jerigen minyak tanah subsidi Kabupaten Belitung ini berada di atas kapal. Saat diperiksa, kapal ini tidak memiliki izin untuk mengangkut barang ini (mitan,Red),” ujar AKP Chandra di ruang kerjanya.
Dari pengakuan kapten kapal, dirinya mendapatkan minyak-minyak ini dari masyarakat Belitung. Proses saat ini, masih dalam penyidikan dan penyelidikan. “Pelaku dikenakan pasal 55 Undang-undang Nomor 2 tahun 2001 Tentang Migas (Minyak dan Gas), ancaman hukuman empat tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 miliar,” pungkasnya.
Belum ada keterangan pasti siapa yang menyuplai ratusan jerigen mitan yang sebenarnya untuk jatah warga masyarakat sebelum program konversi mitan ke gas di Belitung berjalan. Dan, sampai sekarang program bantuan mitan bersubsidi masih berjalan di Belitung.(kin)