3 Kasus Besar Jadi PR Polres Belitung di Tahun 2021

by -
3 Kasus Besar Jadi PR Polres Belitung di Tahun 2021
Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono didampingi Kabag Ops Polres Belitung Kompol Poltak Purba saat konfresi pers, akhir tahun 2020.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Tiga kasus besar menjadi pekerjaan rumah (PR) Polres Belitung di tahun 2021. Sebab, ada peristiwa tahun 2020 hingga saat ini belum terungkap. Seperti kasus pembuangan bayi, jambret dan hingga pembunuhan.

Kasus pembuangan bayi terjadi di kawasan Air Merbau di bulan Juli, lalu kasus jambret di beberapa lokasi terjadi pada September dan Pembunuhan di Air Merbau, pertengahan Desember 2020 lalu.

Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono mengatakan ketiga kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan. Pasalnya, dalam mengungkap kasus-kasus itu pihaknya butuh ketelitian, agar peristiwa tersebut bisa terungkap.

“Mengenai kasus penemuan bayi, jambret dan pembunuhan pelakunya masih diburu,” kata AKBP Ari Mujiyono saat menggelar Konfersi Pers Akhir Tahun 2020 di Aula Tribrata Mapolres Belitung, Kamis (31/12) lalu.

Pria asal Sragen Jawa Tengah ini mengungkapkan, khusus kasus pembunuhan pihaknya memiliki beberapa kendala. Namun, AKBP Ari masih belum menjelaskan secara detail masalah tersebut.

Meski begitu, pihak kepolisian sudah mengantongi identitas dari calon tersangka kasus pembunuhan itu. Hingga saat ini Jajaran Satreskrim Polres Belitung masih melakukan pengejaran.

“Kami sudah melakukan pencarian dengan menyisir tempat tinggal pelaku, mendatangi saudaranya, bahkan teman pelaku. Selain itu juga mentracking handphone pelaku. Namun masih belum diketahui keberadaannya,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai kasus kriminalitas di Belitung pada tahun 2020, mengalami penurunan hingga 64 persen. AKBP Ari menjelaskan, pada tahun 2020 polisi menangani sebanyak 98 kasus. Sedangkan tahun 2019 ada sebanyak 147 kasus.

“Dari 98 kasus dibagi menjadi tiga jenis kasus. Yaitu konvensional, trans nasional dan kekayaan negara. Untuk konvensional ada 92 kasus. Transnasional dua kasus dan kekayaan negara empat kasus. Untuk kejahatan konvensional lebih didominasi kasus pencurian dengan pemberatan (curat),” jelasnya.

Sedangkan di tahun 2019, kejahatan konvensional ada 123 kasus. Trans nasional 13 kasus, sedangkan kekayaan negara 11 kasus. Sehingga tahun 2019, Polres Belitung menangani 147 kasus.

AKBP Ari Mujiyono membeberkan, berdasarkan rekap data jumlah tersangka kriminalitas pada tahun 2020 didominasi oleh laki-laki dengan jumlah 84 orang, perempuan 4 orang, anak-anak 4 orang.

Sedangkan jumlah tersangka kriminal pada tahun 2019 dengan jumlah laki-laki 102 orang, perempuan 9 orang, dan anak-anak 18 orang. “Tersangka kriminal tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 lalu,” sebut AKBP Ari Mujiyono.

Pria Jebolan AKPOL tahun 2000 ini kembali menjelaskan, untuk kasus narkoba di Belitung tahun 2020 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019. Di tahun 2020 Satreskoba Polres Belitung menangani sebanyak 13 kasus.

Sedangkan tahun 2019 Satreskoba Polres Belitung menangani 12 kasus. Untuk Kasus laka lantas di Belitung ada penurunan. Tahun 2020 ada sebanyak 18 peristiwa kecelakaan lalu lintas.

Dalam kecelakaan tersebut menewaskan 13 orang, dan 10 orang mengalami luka berat. Pada tahun 2019 jumlah lakalantas ada 39 kasus. Yakni dengan rincian 21 meninggal dunia, 25 luka berat dan empat luka ringan.

“Tren laka lantas sepanjang 2020 menurun sekitar 54 persen dibandingkan 2019. Kalau tilang 2020 berjumlah 1.397 tilang atau turun sekitar 32,50 persen karena fokus himbauan prokes,” tandas AKBP Ari. (kin)