3 Pasangan Diduga Kumpul Kebo Terciduk Pol PP

by -
3 Pasangan Kumpul Kebo Terciduk Pol PP
3 Pasangan Kumpul Kebo Terciduk Pol PP
Tiga Pasangan Kumpul Kebo saat dimankan dan diberikan Pembinaan di Mako Satpol PP Belitung, Jumat (27/9) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung Jumat (27/9) siang kemarin melakukan razia sejumlah rumah kontrakan di kawasan Tanjunpandan. Hasilnya, petugas mendapati tiga pasangan tanpa status pernikahan dan identitas.

Pasangan berinisial AR (33) dan NH (27), FI (20) dan DD (23) kemudian MS (40) dengan MI (35), kemudian digelandang ke Mako Satpol PP Kabupaten Belitung. Ketiga pasangan ini diberikan pembinaan dan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Sebelumnya, Satpol PP mendapat laporan dari masyarakat adanya pasangan bukan suami istri yang tinggal dalam satu rumah. Tim Patroli Wilayah Satpol PP kemudian menuju dua lokasi rumah kontrakan yang dimaksud.

“Tiga pasang kumpul kebo ini didapati dari lokasi kontrakan di Jalan Perumans Desa Aik Pelempang Jaya dan Jalan Aik kelubi Kelurahan Lesung Batang,” Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Belitung Suparudin, kepada Belitong Ekspres.

Menurut Suparudin, ketiga pasangan tersebut saat digerebek tidak bisa menunjukkan bukti-bukti atau buku nikahan mereka. Selain tiga pasangan itu, pemilik rumah kontrakan juga dipanggil ke Mako Satpol PP untuk dimintai keterangan.

Pemilik kontrakan yang bersangkutan kata Suparudin sudah menyampaikan permintaan maaf. Mereka berjanji akan lebih selektif lagi untuk memilih orang agar tidak kumpul kebo di kontrakannya.

“Tadi pemilik kontrakan sudah kita panggil dan meminta maaf serta tidak akan mengulanginya. Meski begitu kami tetap akan memantau dan mengawasi area tersebut,” tegasnya.

Dia menambahkan, berdasarkan Perda Kabupaten Belitung Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketertiban Umum, dan Perda Kabupaten Belitung Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Adminduk, terdapat ancaman sanksi 3 bulan penjara dan denda maksimal Rp 50 juta.

“Setelah kita berikan pembinaan dan menandatangani surat pernyataan, mereka berjanji akan segera menikah dalam waktu 2 sampai 3 bulan mendatang. Nanti kita akan cek kembali apakah mereka benar-benar menepati janjinya atau tidak,” tutupnya.

Sementara itu FI (20) mengakui perbuatannya dan sudah tinggal se rumah dengan pasangannya sejak 3 bulan lalu. “Sudah 3 bulan tinggal serumah sama dia. Rencananya kita memang mau menikah akhir tahun ini,” kata perempuan asal daerah Cianjur tersebut.

(Rheza | belitongekspres.co.id)