3 Tersangka Kasus Buku Resmi Ditahan

by -

*Dititip 20 Hari di LP Cerucuk, Sebelum Dilimpahkan
Kejari Manggar
MANGGAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggar akhirnya resmi menahan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku tahun 2010 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Ketiganya dititip ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Ceruruk Tanjungpandan, selama 20 hari kedepan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pangkalpinang.

Ketiga tersangka tersebut adalah YG, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), AI sebagai Pejabat/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan SU selaku kontraktor/rekanan pemegang penggadaan buku. Sebelumnya dugaan kasus korupsi buku dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp. 3,4 miliar, yang ditangani Polres Beltim dinyatakan sudah P21. Dan, sudah dilakukan pelimpahan tahap 2 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manggar, Widagdo, SH melalui Kasi Intel Kejari Manggar, AG. Erwin, SH menjelaskan sebelum dijebloskan ke LP Cerucuk ketiga tersangka telah menjalani pemeriksaan di Kejari Manggar.

Mereka dipanggil melalui surat undangan untuk menjalani proses pemeriksaan tahap kedua. Pemeriksaan tersangka pun berjalan lancar, lantraan mereka kooperatif dalam memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan jaksa.

“Pemeriksaan tersangka dimulai pada pukul 15.00 WIB, hingga selesai, pada Selasa (24/5) kemarin. Dan usai pemeriksaan ketiga tersangka langsung dibawa ke lapas Cerucuk Tanjung Pandan, untuk dilakukan penahanan,” ungkap Kasi Intel Kejari Manggar, Erwin, Rabu (25/5) kemarin.

Erwin mengatakan, status penahanan tersangka adalah titipan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Manggar. Selama 20 hari kedepan, tersangka menunggu pelimpahan kasus ke pengadilan Tipikor di Pangkalpinang.

“Penahanannya selama 20 hari pertama. Tetapi sebelum berakhir masa penahanan, kita akan melakukan pelimpahan perkara ke pengadilan Tipikor sampai ada penetapan jadwal sidang oleh hakim,” jelas Erwin.

Menurutnya, jika sebelum 20 hari ditahan sudah ditentukan jadwal sidang maka tersangka akan dibawa ke Pangkalpinang untuk dititipkan di Lapas Tuatunu. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan jalannya persidangan atas tersangka di pengadilan Tipikor.

“Kalau sudah ada penetapan jadwal, segera Kita titipkan ke Lapas Tuatunu di Pangkalpinang. Jadi, proses persidangannya mudah dan menghemat waktu,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Beltim, AKBP. Nono Wardoyo, S.ik melalui Kasat Reskrim Polres Beltim, AKP. Yogi Pramagita, membenarkan jika ke tiga tersangka kasus buku dan barang buktinya sudah diserahkan ke pihak Kejari Manggar. Saat ini pihak kepolisian masih menunggu proses selanjutnya.

Sejauh ini menurut AKP Yogi, pihaknya masih akan melakukan pengembangan kasus buku yang merugikan negara senilai Rp.131 juta, dengan menggelar perkara 2 laporan polisi (LP) lainnya.

“LP yang pertama sudah dilakukan, dan LP yang kedua saat ini masih dalam proses. SPDP-nya sudah dikirim ke Kejari Manggar, dan masih melengkapi berkas perkara lainnya,” jelasnya AKP Yogi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/5) kemarin.

Untuk itu lanjutnya, maka tahap I akan kembali digelar, dan masih tetap menunggu dari pihak Kejari Manggar. Kemungkinan dari pengembangan kasus buku ini, akan ada tersangka lainnya.

“Dan ini tergantung dari proses LP yang kedua, yang akan digelar setelah kelengkapan berkas perkara lainnya dikirim ke pihak Kejari Manggar,” pungkas AKP. Yogi.

Seperti diketahui sebelumnya, penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan buku tidak mudah. Apalagi, kasus yang menyeret nama mantan Kepala Dindik selaku pengguna anggaran sudah dilaporkan sejak tahun 2013 silam. Dan kemudian setelah dilakukan audit yang cukup memakan waktu yang lama, akhirnya ditemukan kerugian negara pada kasus tersebut.
Indikasi dugaan korupsi buku cetak dengan menggunakan dana DAK tahun anggaran 2010 tersebut, di antaranya dugaan jumlah buku cetak tidak cukup dan buku tidak sesuai spesifikasi teknis (Spektek). Sehingga diduga bertentangan dengan Kepres nomor 8 tahun 2003 yang dijadikan acuan dan pedoman pengadaan saat itu.

Berdasarkan hasil audit BPKP, kerugian Negara yang ditimbulkan dari pengadaan buku yang nilai proyeknya Rp. 3,4 miliar ini, hanya Rp.131 juta.
Tak hanya itu, penyidik Polres Beltim juga telah memanggil sekitar 20 orang saksi untuk dimintai keterangan. Antara lain panitia lelang, bendahara, pemeriksa barang, kontraktor dan termasuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). (feb)