3 Tersangka Korupsi Dijebloskan ke LP

by -

*Persidangan Akan Segera Dilakukan di PN Tipikor

MANGGAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggar, akhirnya menahan tiga tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), Rabu (29/7) kemarin. Ketiganya yang sudah dilakukan tahap penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) , siang kemarin langsung dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cerucuk, Tanjungpandan.
Tersangka dugaan kasus Tipikor tersebut, yaitu DA Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembagunan Pasar Modern Lipat Kajang Manggar, pada dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Beltim tahun 2010 lalu. FR dan YN, pelaksana program sertifikat Proda secara gratis tahun 2013 lalu di Desa Lenggang Kecamatan Gantung.

Sedangkan tersangka dugaan kasus Tipikor pembangunan Dermaga Apung Pulau Ketapang FE belum dilakukan penahanan. Pasal tersangka yang merupakan Kelapa Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Beltim, sedang berada di luar daerah saat dilakukan pemanggilan oleh Kejari Manggar.
Sebelum ditahan, tiga tersangka sempat diperiksa di Kejaksaan Negeri Manggar, sekitar pukul 11.00 Wib, Rabu (29/7) kemarin. Tersangka kemudian dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Cerucuk untuk segera disidangkan.
“Yah, kita sudah melakukan penahanan tiga tersangka kasus korupsi yang ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk jangka waktu 20 hari kedepan. Kemudian dilanjutkan ke tahap persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor di Pangkalpinang yang juga akan kita lakukan dalam waktu dekat,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Manggar, Adhi Prabowo SH, Rabu (29/7) kemarin.
Lebih lanjut Kajari mengatakan, untuk dugaan kasus Tipikor pembangunan Dermaga Apung di Pulau Ketapang, akan dilaksanakan pada Senin (3/8) mendatang. Pasalnya, tersangka belum memenuhi panggilan pihak Kejari Manggar.
“Tersangka kasus tipikor pembangunan Dermaga Apung Pulau Ketapang, atas nama FE hari ini (Rabu, red) tidak datang memenuhi panggilan kita, dengan alasan masih berada dan masih dinas luar daerah. Untuk itu, kita akan panggil Jum’at (31/7) mendatang, namun dikarenakan penasehat hukumnya berkeberatan, maka akan kita panggil ulang pada Senin (3/8) mendatang,” terang Kajari.
Kajari menjelaskan, sesuai aturan tersangka dapat dilakukan penahanan. Alasannya, ditakutkan kembali melakukan perbuatan, melarikan diri dan menghilangkan barang bukti serta untuk mempermudah jalannya persidangan.
“Ini juga mengingat persidangan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, yang berbeda pulau,” tegasnya.
“Ketiga kasus korupsi tersebut nantinya semuanya akan kita limpakan ke Pengadilan Tipikor. Mengenai penahanannya itu nantinya tergantung hakim,” tandasnya Adhi Prabowo. (feb)