3 Warga Tanjungpandan Diciduk Karena Narkoba, Suami Istri Jadi Tersangka

by -
3 Warga Tanjungpandan Diciduk Karena Narkoba, Pasangan Suami Istri di Tersangka
Polres Belitung saat menggelar konferensi pers, Selasa (16/3) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Selama 12 hari menggelar Operasi Anti Narkoba (Antik) 2021, Tim Cobra Sat Narkoba Polres Belitung berhasil mengamankan tiga tersangka kasus penyalahgunaan narkoba di Negeri Laskar Pelangi.

Mereka adalah pria bernama Rizky (22), perempuan bernama Rohayati (44) dan lelaki bernama Asdar (43). Ketiganya merupakan warga Tanjungpandan. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti.

Seperti sejumlah sabu dengan berat 0,78 gram dan sabu 0,25 gram. Selain itu juga mengamankan barang bukti lain, seperti mobil mini bus milik Rizky dan sejumlah uang yang diduga hasil penjualan barang haram tersebut.

“Mereka diamankan terpisah. Untuk Rohayati dan Asdar, mereka merupakan pasangan suami istri,” kata Kabag Ops Polres Belitung Kompol Poltak Purba kepada wartawan, saat konferensi pers di Mapolres Belitung, Selasa (16/3).

Kompol Poltak menjelaskan, pertama Jajaran Narkoba Polres Belitung mengamankan Rizky di Jalan Jenderal Sudirman Perawas, Jumat (5/3) malam. Saat itu polisi mendapat informasi tersangka yang menjadi target operasi (TO) akan melakukan transaksi.

Mendapat laporan itu, polisi mencari keberadaan tersangka. Hingga akhirnya Tim Cobra Polres Belitung menemukan keberadaan Rizky di lampu merah Simpang Membalong saat mengendarai mobilnya.

Ketika aparat yang hendak menghentikan laju kendaraannya, polisi mendapati pria ini telah membuang barang bukti narkoba jenis sabu ke jalan aspal. Lalu pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan.

“Saat kita lakukan interogasi, akhirnya yang Rizky mengakui barang tersebut miliknya. Setelah itu kita bawa ke Mapolres Belitung untuk dilakukan pemeriksaan,” terang Kompol Poltak.

Pada saat dilakukan tes urine, hasilnya negatif. Menurut Kompol Poltak, barang bukti sabu ini belum sempat dipakai oleh tersangka. Namun rencananya sabu itu untuk konsumsi pribadi tersangka.

“Dalam kasus ini dia dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukuman empat tahun penjara,” sebut Kabag Ops Polres Belitung.

Setelah menangkap Rizky, beberapa hari kemudian Tim Cobra Polres Belitung kembali mengamankan tersangka lain. Yakni Rohayati. Wanita ini ditangkap di rumahnya Jalan Letda Zainudin Aba, Minggu (7/3) malam.

“Wanita ini juga merupakan TO kami. Saat itu kita juga mendapat informasi wanita ini menyimpan sabu di rumahnya. Saat digeledah, kami mendapat barang bukti sabu seberat 0,25 gram,” ungkap Kompol Poltak.

Usai mendapat BB tersebut, polisi langsung membawanya ke Polres Belitung untuk dilakukan pemeriksaan dan tes urine. Dari tes urine, hasilu negatif. Lalu pihak kepolisian melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui barang itu merupakan milik suaminya yang bernama Asdar. Hingga akhirnya pihak kepolisian melakukan pengembangan dan mencari keberadaan Asdar.

Aparat kepolisian kemudian bergegas melakukan pencarian dan berhasil mengamankan tersangka Asdar pada hari yang sama di Jalan Tekukur, Paal Satu, Tanjungpandan, sekitar pukul 22.00 WIB.

“Waktu kita amankan, dia langsung kita lakukan pemeriksaan dan tes urine. Saat dilakukan tes hasilnya negatif. Meski begitu, dia mengakui barang tersebut miliknya. Dia mendapatkan barang tersebut dari Bangka,” sebut Kompol Poltak.

“Selain itu, kita juga mendapat barang bukti lain berupa uang sebesar Rp 500 ribu, yang diduga hasil penjualan narkoba tersebut,” sambungnya. Dalam kasus ini, pasangan suami istri juga ditetapkan sebagai tersangka. Rohayati dikenakan Pasal 114 dan atau Pasal 112 Juncto Pasal 132 Ayat 1 UURI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Ancaman hukumannya lima tahun penjara. Sedangkan Asdar dikenakan Pasal 114 Ayat 1 Juncto Pasal 132 Ayat 1 UURI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. “Saat ini mereka sudah dilakukan penahanan. Selanjutnya untuk pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait asal usul narkoba tersebut,” pungkasnya. (kin)