30 Pekerja TI Rajuk Diperiksa, Polisi Kejar Pemilik Tambang

by -
30 Pekerja TI Rajuk Diperiksa, Polisi Kejar Pemilik Tambang
Peralatan TI Rajuk di Pilang, yang diamankan pekan lalu. (ist)

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Sebanyak kurang lebih 30 orang pekerja TI Rajuk diamankan Satreskrim Polres Belitung, Minggu (3/1). Mereka diduga telah melakukan aktivitas pertambangan tidak memiliki izin di kawasan Pilang, Desa Dukong.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana mengatakan, puluhan orang pekerja tambang diamankan saat polisi melakukan pemantauan di lokasi tersebut. Hal itu dilakukan setelah polisi melakukan penertiban pertama beberapa hari lalu.

“Pengecekan lokasi tambang ini merupakan tindak lanjut dari penertiban pertama. Saat itu kita mengamankan tujuh orang dan beberapa set mesin,” kata AKP Chandra Satria kepada Belitong Ekspres, Senin (4/1) kemarin.

Pria asal Jawa Timur ini menjelaskan, pada saat jajarannya mendatangi lokasi mereka melihat adanya aktivitas pertambangan tersebut. Akhirnya pihak kepolisian menghentikan aktivitas penambangan tanpa izin itu.

“Saat ini kita berusaha untuk mengangkut alat TI Rajuk yang ada di lokasi. Namun kendalanya di petunjuk jalan. Sementara untuk mereka yang diamankan saat ini masih dalam pemeriksaan,” terang AKP Chandra.

Dari hasil pemeriksaan penertiban tambang Rajuk beberapa waktu lalu, 7 orang yang diamankan mengaku hanya sebagai pekerja. Setelah mendapat informasi tersebut pihak kepolisian memanggil sang pemilik tambang.

“Namun panggilan pertama tidak diindahkan. Besok (hari ini, red) kita akan melakukan panggilan kedua. Jika dalam panggilan kedua tidak dihiraukan, maka kita akan melakukan penjemputan paksa,” tegasnya.

AKP Chandra menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memanggil kepala desa setempat. Penyidik akan memintai penjelasan mengenai status tanah yang digarap oleh para penambang. “Selain itu kami juga akan melakukan gelar perkara, untuk mengetahui apakah kasus ini bisa naik ke tingkat penyidikan atau tidak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Belitung dan Polsek Tanjungpandan penertiban pertambangan diduga tidak memiliki izin Kawasan Pilang Desa Dukong. Yakni tepatnya di depan Rumah Makan Kampong Timpo Duluk, Senin (28/12) lalu.

Penertiban tersebut berawal dari laporan masyarakat yang diunggah melalui grup media sosial (medsos Facebook) ada di Belitung. Yakni tentang adanya dugaan pertambangan tak memiliki izin di lokasi.

Mendapat informasi tersebut mereka mendatangi lokasi. Setiba di tempat kejadian perkara, pihak kepolisian menemukan adanya aktivitas pertambangan seperti diberitakan di media sosial tersebut. Hingga akhirnya polisi melakukan penertiban. (kin)