30 Terapis Spa Ikuti Sertifikasi Kompetensi

Foto bersama Lembaga Sertifikasi Profesi SPA Nasional dengan Kepala Dinas Pariwisata kabuapeten Belitung beserta jajarannya dan peserta sertifikasi kompetensi di bidang SPA.

Foto bersama Lembaga Sertifikasi Profesi SPA Nasional dengan Kepala Dinas Pariwisata kabuapeten Belitung beserta jajarannya dan peserta sertifikasi kompetensi di bidang SPA.

TANJUNGPANDAN – Lembaga Sertifikasi Profesi Spa Nasional menggelar kegiatan sertifikasi kompetensi di bidang Spa. Kegiatan sertifikasi tahun 2019 ini di fasilitasi oleh Kementrian Pariwisata RI Asdep Pengembangan SDM dan Kelembagaan.

RajaBackLink.com

“Jadi kami LSP Spa Nasional sebagai penyelenggara sertifikasi dibawah BNSP yang merupakan lembaga yang dilisensi BNSP, kita kirimkan asesor dari Jakarta, karena di Belitung dan Bangka belum ada,” kata Dewan Pembina dan Master Asesor LSP Spa Nasional Annie Savitri saat ditemui Belitong Ekspres (25/06) kemarin di Ruang Rapat Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung.

Adapun jumlah peserta uji kompetensi ini terdiri dari 30 orang, yang terdiri dari pekerja profesi Terapis Spa yang menyebar di wilayah Kabupaten Belitung.

” Mereka akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan dari BNSP, yang keuntungan mereka mendapatkan pengakuan ahli dibidang di jabatan atau okupasi ditingkatnya mereka masing-masing, bisa meningkatkan carir dan meningkatkan income dan mempermudah mencari pekerjaan,” jelasnya.

Baca Juga:  IPC Tanjungpandan Komitmen Dorong Ekspor Langsung dari Pulau Belitung

” Tidak bisa dipungkiri bahwa daya saing industri pariwisata ditentukan oleh Kualitas Industri dan Kualitas SDM yg didasarkan pada Standar usaha pariwisata dan SDM Pariwisata melalui kualifikasi okupasi nasional,” tambahnya

Oleh karena itu, kata dia tujuan diadakannya kegiatan uji kompetensi sertifikasi pada terapis Spa adalah untuk memberikan pengakuan atas kompetensi profesi yang di miliki tenaga kerja di bidang Spa.

” Meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja bidang terapis Spa, meningkatkan kompetensi sertifikasi pada para peserta terapis Spa untuk memahami pentingnya profesional dan legalitas, serta dalam rangka berlakunya MEA untuk siap bersaing dengan tenaga kerja asing,” tambahnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan uji kompetensi ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan antara lain permohonan peserta, verifikasi berkas, asesmen mandiri, yang dilakukan sebelum proses hari H pengujian, serta proses pengumpulan bukti ujian tertulis dilaksanakan di kantor Dinas Pariwisata, sedangkan ujian praktek dilakukan Balini Spa.

Baca Juga:  La Lucia Hotel Tawarkan Paket Berbuka Hemat, Murah & Barokah

Diwajibkan untuk para terapis Spa yang mengikuti ujian mengikuti instruksi yang diberikan oleh asesor sehingga cukup untuk menggali kompetensi para peserta baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan juga etika, sehingga asesor dapat memberikan rekomendasi kepada para peserta ujian dengan tepat.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwsata Kabupaten Belitung Hermanto mengatakan ini menjadi komitmen bersama SDM kabupaten Belitung khusunya SDM kepariwisataan, bisa memiliki kompetensi yang sesuai dengan apa yang diinginkan.

” Para terapis Spa bisa memanfaatkan kesempatan baik ini agar bisa menjadi tenaga kerja professional di bidangnya dan ikut memajukan serta mendukung pariwisata Kabupaten Belitung secara keseluruhan,” katanya.

Ketua LSP Spa Nasional Teguh Susanto berharap dengan program uji kompetensi dari kementrian pariwisata ini dapat meningkatkan kesadaran para pekerja profesi Spa dan juga para perusahaan yang bergerak di bidangnya untuk mengikuti dan menyadari pentingnya program ini. Sertifikat Profesi Spa Terapis Indonesia sudah diakui di Negara ASEAN.

Para asesor yang bersertifikat kompetensi yang bertugas dalam uji kompetensi kali ini yaitu Annie Savitri, Drg Hermiati Atas Purwandari dan Precillia Fredrica Dan selaku Pelaksana acara uji kompetensi Fransisca Sari.(dod)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply