PANGKALPINANG – Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi menjelaskan akan mengambil kebijakan pada 2017 mendatang parameter ukuran kinerja untuk penghitungan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP).  Apalagi, menyusul penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU).

Menurut Amri sudah banyak pemasukan yang dirasakan para pegawai, baik dari gaji poko, perjalanan dinas, serta honor-honor.     “Kebijakan 2017 akan mengevaluasi parameter ukuran kinerja untuk penghitungan TPP. Kita berharap seluruh kita baik DPRD  maupun pegawai bersyukur. Apalagi pegawai tunjangan dapat, gaji pokok dan TPP,” ungkap Amri akhir pekan lalu.

iklan swissbell

Baca Juga:  IKT Timah Datangi DPRD Babel: Kami Ingin IUP Tetap Utuh!

Ditambahkannya, selain pemasukan dari berbagai tunjangan dan gaji pokok terebut, beberapa yang sudah menduduki eselon juga menikmati perjalanan dinas, dimana pada belanja langsung juga ada honornya.   “Nah, ini nantinya yang akan rasionalisasikan, kalau bisa sudah ada TPP tidak perlu lagi ada honor-honor lainnya,”jelas politisi PPP itu saat disambangi diruang kerjanya.

Baca Juga:  Eko Wijaya untuk Babel: Beasiswa, Motor Sampah, Bibit, Hingga Sumur Bor

TPP menurutnya tidak melulu hanya dihitung dengan parameter dayang ke kantor. Karena harus dilakukan evaluasi beberapa penilaian. Seperti kehadiran, tanggungjawab kinerja serta jabatan para pegawai itu sendiri. Sejauh ini perhitungan TPP flat, hanya berdasar kehadiran.  “Sekarang  penghitungan TPP flat, berdasar kehadiran. Bayangkan golongan 3 sama semuanya, padahal ada yang pegang jabatan dan tidak memegang jabatan disamaratakan sesuai kehadiran. Padahal TPP itu untuk peningkatan kinerja,” tandasnya. (tob)

Rate this article!
,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: