39 Personil Satpol PP di BKO-kan untuk Pilkada

by -
?
?

Pengarahan kepada seluruh personil Satpol PP Kabupaten Beltim dalam rangka persiapan pelaksanaan Pilkada Beltim 2015.

MANGGAR – Seluruh personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan dilibatkan dalam pengamanan pelaksanaan pemilihan Kepala daerah (Pilkada), 9 Desember 2015. Tugas pokok yang dibebankan adalah melakukan deteksi dini dan melaporkan kepada koordinator lapangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Beltim, Yusmawandi ketika memberikan arahan di hadapan personil Satpol PP, Rabu (2/12) kemarin.

“Sebanyak 39 personil (Satpol PP) yang di-BKO-kan di Kesbangpol untuk membantu Linmas. Sisanya disiapkan untuk membantu pelaksanaan pilkada, secara keseluruhan dilibatkan. Segala hal deteksi dini harus kita sampaikan informasikan dan catat,” ungkap Yusmawandi.

Dikatakannya, Kesbangpol telah meminta bantuan Satpol PP untuk pengamanan di 39 Desa sesuai surat tugas yang dikeluarkan Kepala Satpol PP.

“Yang jelas dalam Pilkada sudah banyak pengamanan baik Linmas, TNI Polri, KPU dan Panwas. Makanya jangan ada benturan, kami harap kawan di Satpol sudah memahami. Segera sampaikan agar bisa di antisipasi agar pelaksanaan Pilkada bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Ia menjelaskan, Satpol PP yang diberi tugas khusus akan berada di tiap desa selama empat hari. Tanggungjawab yang diberikan harus dijalankan sesuai aturan.

“Bekerjalah sesuai SOP-nya, Linmas juga sesuai SOP. Saya percaya diberikan tanggungjawab maka bekerjalah dengan sebaik-baiknya. Peran Satpol PP sangat besar bagi Beltim,” pinta Yusmawandi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Beltim Sudiono menegaskan jajaran Satpol PP memiliki kewajiban membantu penyelenggara Pilkada. Melakukan monitoring dan pengawasan terhadap kondisi wilayah menjelang pemilihan Kepala daerah.

“Saya berulang kali menyampaikan kepada anggota Satpol jangan ada yang bermain-main, mencoba tidak netral dalam pelaksanaan tugas. Kita di Satpol PP adalah aparatur negara, abdi masyarakat yang harus melaksanakan tugas dengan sebaiknya tanpa ada keinginan keinginan pribadi. Tapi menjalankan tugas dengan amanah,” tegas Sudiono.

Penegasan tersebut berlaku sama antara personil yang di-BKO-kan maupun di luar. Sebab, tugas utama adalah membantu melaksanakan tugas dalam menciptakan ketertiban masyarakat.

“Saya minta kepada Korlap, mereka yang diluar 39 (BKO) mereka harus standby satu hari sebelum dan satu hari sesudah. Saya tidak menghendaki adanya anggota Satpol yang santai disaat ada teman lain melaksanakan tugas,” pinta Sudiono. (feb)