4 Anak SD “Diamankan” Pol PP

by -

*Didapati 4 Anak SD Sedang Asyik Merokok, Ortu Dipanggil

foto-a-anak-anak-diamankan-po-pp
Aparat Satpol PP saat membawa anak-anak ingusan ini ke Kantor Pol PP.

TANJUNGPANDAN-Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi para orang tua yang memiliki anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar (SD). Sebab, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung dengan sangat terpaksa harus “mengamankan” dan memberikan pembinaan kepada empat murid siswa Sekolah Dasar (SD) di Tanjungpandan Selasa (8/11), kemarin. Siswa tersebut terpaksa dibina Pol PP lantaran ketahuan merokok di salah satu rumah warga.

Kepala Seksi Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Saparudin kepada Harian Belitong Ekspres mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari salah satu warga, ada sejumlah siswa SD tengah asyik merokok di salah satu rumah di Jalan Penjaitan Kelurahan Kota, sekitar pukul 11.00 WIB.

Saparudin menjelaskan, setalah dilakukan pengecakan petugas, ditemukan satu bungkus rokok di lokasi. Anak-anak yang masih belia tersebut diberikan pembinaan dan dikembalikan kepada orang tua. “Berhubung masih anak kecil dan jangan sampai tertekan, akhirnya diantar ke rumah dan dikembalikan kepada orang tua,”ujarnya.

Saparudin mengingatkan, orang tua jangan sampai lalai mengawasi anak-anak. Sebab, yang ditakutkan dengan usia yang tergolong masih anak-anak, mereka suka mencoba-coba hal-hal yang tidak selayaknya anak kecil.

“Ini bukan soal merokok atau tidak. Yang membuat saya prihatin dengan usia yang masih sangat muda dikhawatirkan mereka melakukan hal-hal yang negatif yang lebih jauh lagi dari sekadar merokok,” jelasnya.

Kata Saparudin, hal ini juga sudah disampaikan kepada pihak sekolah supaya wali murid dipanggil dan untuk menjelaskan dan memberikan pembinaan atas kenakalan tersebut. “Saya sangat prihatin melihat hal tersebut, mengingat mereka merupakan generasi penurus bangsa. Namun dalam hal ini orang tua dari anak-anak tersebut mengucapkan terimah kasih kepada Satpol PP pada saat kami mengantarkan anak-anak tersebut ke rumah mereka masing-masing,” terangnya.

Terpisah, salah satu saksi mata, Sulisman mengatakan, dirinya meminta bantuan kepada anggota Satpol PP yang sedang berpatroli. “Kebetulan saya sedang tidak bertugas pada saat itu jadi saya menjenguk orang tua, namum begitu sampai di sana ada beberapa anak SD dengan asyiknya merokok sekitar pukul jam 11 siang (pukul 11.00 Wib,red),” ungkapnya.

Dijelaskannya, yang lebih mencengangkan, setelah beberapa kali ditanyakan, ternyata murid-murid tersebut dipaksa untuk merokok. Selain itu, mereka juga diminta uang oleh salah satu murid di sekolah. Permintaan ini disertai dengan ancaman, kalau tidak memberi akan dipukul.

“Mulanya mereka saling tuduh-menuduh siapa yang merokok. Namun setelah melakukan percakapan dengan murid yang lebih tua, akhirnya informasi tersebut didapatkan,” katanya.

Kata Sulisman, hal ini sudah disampaikan kepada pihak sekolah untuk memanggil orang tua anak-anak tersebut. Orang tua harus diberitahu kejadian apa yang sebenarnya. “Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Namun, orang tua harus tahu dengan kejadian yang sebenarnya. Ini penting supaya orang tua dapat mengawasi anak-anak mereka dengan baik. Positifnya, anak-anak tidak terjerumus ke hal-hal negatif,”pungkasnya.(mg1)