4 Oknum Polisi Divonis 3 Tahun

by -

Dinyatakan Terbukti Bersalah, PH Terdakwa Ajukan Banding

SUNGAILIAT- Akhirnya ke 4 terdakwa oknum Sat Narkoba Polres Bangka, M. Juhdi, Burhan Prastyo, Istari Sola dan Fatu Apriandi divonis Majelis hakim Pengadilan Negeri Sungailiat 3 tahun penjara.  Mereka dinilai terbukti bersalah melakukan pelanggaran pasal 351 ayat 3 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 tentang melakukan penganiayaan yang menyebabkan orang mati.
Vonis tersebut langsung dibacakan Ketua Majelis hakim, Andreas PS, SH. MH didampingi hakim anggota John Paul Mangunsong, SH, MH dan Melda, SH, MH pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Sungailiat, Rabu (17/2).  Vonis tersebut menguatkan tuntutan Penuntut Umum, Yudi Istono, SH, MH  yang menjerat keempat terdakwa dengan vonis 3 tahun penjara pada sidang sebelumnya.
Terkait putusan tersebut, Penasehat Hukum (PH) keempat terdakwa, AKBP. Zaidan, SH, MH setelah berkonsultasi dengan keempat terdakwa mengatakan tidak sependapat dengan putusan hakim dan akan mengajukan banding.
Penasehat Hukum (PH) para terdakwa, AKBP. Zaidan, SH, MH mengatakan vonis hukuman terhadap  4 terdakwa terlalu berat.  “Menurut saya pribadi hukuman itu terlalu berat untuk mereka (4terdakwa -red). Masa cuma injak kaki 3 tahun. Ini tidak adil untuk mereka. Ini harus otopsi apakah Over Dosis (OD) apa karena dipukul. Hakim kan sudah ingatkan JPU, tapi JPU tidak mau otopsi, ini kan kabur tidak jelas penyebab kematiannya itu. Tidak ada orang ngomong mati itu tidak dilakukan otopsi. Masa cuma injak kaki 3 tahun, mukul pake map 3 tahun. Kalau otopsi kan jelas. Hukuman 3 tahun itu terlalu berat untuk mereka,” tegas Zaidan kepada sejumlah wartawan usai persidangan di di Pengadilan Negeri Sungailiat, kemarin.
Mengenai pemindahan terdakwa ke lembaga pemasyarakatan (Lapas), Zaidan mengatakan hal tersebut belum dilakukan karena putusan belum inkrah. Pihaknya pun akan mengajukan memori banding paling lambat 7 hari setelah vonis.  “Ini kan belum inkrah jadi belum dipastikan mau dipindahkan ke rutan. Banding itu 7 hari, otopsi itulah bisa menentukan kematian tanpa otopsi itu tidak benar,” tukas  Zaidan.
Sementara, Asri (30) adik kandung Suharli mewakili keluarga besarnya mengapresiasi sikap Majelis hakim yang menguatkan putusan sesuai dengan tuntutan yang diberikan JPU.  “Saya pribadi atas nama keadilan mengapresiasi putusan dengan mengabulkan tuntutan JPU selama 3 tahun penjara. Cuma ada pesan sosial yang kita dapat ambil adalah masyarakat belum memiliki rasa kepercayaan kepada kepolisian. Hal itu dapat menjadi pelajaran kita bersama supaya polisi dapat melakukan tugasnya jangan sampai melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum. Karena dalam kasus Suharli ini merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia,” jelas Asri usai persidangan.
Asri berharap kepada institusi Polri agar lebih mempertimbangkan 4 terdakwa untuk dipecat. Menurutnya, dalam catatan KontraS ada beberapa perkara di Indonesia berupa tindakan kekerasan yang dilakukan aparat penegak hukum dan tidak sedikit meregang nyawa.  Mengenai banding yang dilakukan pihak terdakwa, Asri mengatakan pihaknya tetap melakukan pengawalan khusus dalam kasus yang menimpa kakak kandungnya ini. Ia juga meminta kepada Pihak penegak hukum untuk tidak memberikan perlakuan istimewa kepada 4 terdakwa yang selayaknya menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan.
“Banding itu hak mereka. Kita berharap pihak kepolisian untuk mempertimbangkan agar keempat terdakwa untuk dipecat atau di PTDH. Kami juga tentunya akan melakukan pengawalan khusus atas proses hukum selanjutnya untuk mencari keadilan. Selain itu kami harap kepada penegak hukum, tolong penegak hukum jangan memberikan perlakuan istimewa kepada 4 terdakwa. Seharusnya mereka harus dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan, tapi mereka hanya dititipkan di rutan Polda Babel. Ini melukai hati masyarakat seolah terjadi perbedaan. Tapi Pak Yudi Istono waktu saya berbicara kepadanya di PT Babel berjanji  4 terdakwa akan dititipkan di sel Lapas selayaknya masyarakat biasa. Itulah yang harus kita lihat apakah dilakukan atau tidak,” tukas Asri.
Terpantau di Pengadilan Negeri Sungailiat, suasana Pengadilan Negeri Sungailiat, usai dibacakannya vonis keempat terdakwa oknum Anggota Sat Narkoba Polres Bangka dibacakan oleh majelis hakim PN Sungailiat, sejumlah anggota keluarga, kerabat dan rekan-rekan korban pun bertubi-tubi meneriakan kalimat hujatan ketika keempat terdakwa digiring ke ruang persidangan.
Pantauan wartawan, para pengunjung sidang yang datang membawa tulisan-tulisan kritikan dan hujatan tampak kecewa ketika mendengar pihak terdakwa melakukan banding atas putusan yang dibacakan majelis hakim.  “Dasar pembunuh, Cube keluarga ikak dicemniken. Dak mungkin ikak tinggal diem. Polisi tu kasih contoh yang baik, bukan menjadi pembunuh. Kami tidak percaya lagi dengan polisi. Pecat 4 terdakwa dari kepolisian,”  teriak para keluarga korban usai membubarkan diri dari ruang sidang.
Pihak keluarga, rekan dan kerabat Suharli serta puluhan anggota Polri yang berada di PN Sungailiat berangsur-angsur meninggalkan PN Sungailiat 30 menit usai persidangan digelar.(dee)