4 Orang Pendatang Asal Cilacap Curi Kabel Optik di Belitung

by -
4 Orang Pendatang Asal Cilacap Curi Kabel Optik di Belitung
Polisi saat menunjukan barang bukti dan tersangka di Polsek Tanjungpandan, Selasa (2/6) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – RF (33) pendatang asal Cilacap, Jawa Barat harus mengubur impiannya untuk melaksanakan akad nikah. Pasalnya, dia harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran mencuri kabel optik telepon seluler di Jalan Dr Sutomo, Tanjungpandan, Belitung, Kamis (28/5) lalu.

Dia bersama ketiga rekannya yakni WW (31), SG (38) dan DR (49) yang juga warga Cilacap, Jawa Barat, berhasil diamankan Jajaran Polsek Tanjungpandan, di kawasan Air Seruk Desa Sijuk, Senin (1/6) dini hari lalu.

Kapolsek Tanjungpandan AKP Poltak T Purba mengatakan, peristiwa ini baru diketahui oleh pemiliknya sehari setelah kejadian. Setelah mendapat informasi tersebut, Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, kami mendapat informasi keberadaan para pelaku di kawasan Kecamatan Sijuk. Hingga akhirnya kita langsung menuju ke lokasi untuk melakukan penangkapan,” kata AKP Poltak, Selasa (2/6).

Usai menangkap keempat pelaku, polisi langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, mereka mengakui perbuatannya. Dijelaskan Poltak, otak utama dalam pencurian ini adalah RF. Dia yang mengendalikan ketiganya untuk mengambil barang.

“Saat itu dia (pelaku RF) memerintahkan ketiga rekannya untuk mengambil barang tersebut di lokasi dengan menggunakan mobil pick up. Dan membawanya di sebuah lokasi,” jelas AKP Poltak.

Setelah itu dia mencari pembeli. Hingga akhirnya RF mendapatkan orang yang membeli di luar Belitung. Akhirnya, barang hasil curian sebanyak lima rol kabel dengan panjang 20 kilometer tersebut dikirim ke ekspedisi.

“Beruntung barang tersebut belum dikirim. Sehingga barang bukti hasil curiannya berhasil diamankan untuk dijadikan barang bukti (BB). Saat ini BB tersebut sudah berada di Polsek Tanjungpandan,” ungkapnya.

Selain BB Kabel rol, polisi juga mengamankan barang lain. Seperti pick up dan beberapa handphone yang digunakan para pelaku untuk melakukan pencurian. Saat ini, keempat pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk RF dikenakan Pasal 363 Ayat 1 ke 4 Junto Pasal 55 Ayat 2 KUHP. Sedangkan WW, SG dan DR dikenakan Pasal 363 Ayat 1 ke 4 KUHP Tentang pencurian ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara,” pungkasnya. Atas peristiwa ini, korban mengalami kerugian Rp 100 juta.

Sementara itu, RF mengakui perbuatannya. Dia nekat melakukan perbuatan tersebut lantaran desakan ekomoni. Sebab, bulan depan dia akan melangsungkan pernikahannya dengan wanita pujaannya di Bandung, Jawa Barat.

Hal itu yang membuatnya nekat melakukan perbuatan haram tersebut. Dengan naiknya kasus ini, dia mengaku telah membatalkan perkawinannya. Padahal dia bersama calon istrinya sudah menyebar undangan.

“Kita sudah menyebar undangan. Namun hanya melalui lisan. Sebab, kita hanya menikah secara sederhana tidak pakai repsepsi lantaran kondisi pandemi Covid-19,” ungkap pria ini dengan nada sedih.

Dijelaskan RF, dia bersama ketiga rekannya bekerja sebagai buruh di Belitung sejak beberapa bulan lalu. Namun, tidak dapat balik ke kampung halamannya lantaran terkendala transportasi karena beberapa akses ditutup. “Kita tidak bisa pulang karena virus corona. Sehingga klami bertahan di Belitung,” ungkap RF diiyakan ketiga rekannya.

Dia mengungkapkan, sebelum melakukan aksinya RF sudah mengincar lokasi. Setelah mendapatkan barang hasil curiannya, dia menjual kabel tersebut, seharga Rp 20 juta untuk keseluruhan. “Kalau harga aslinya satu rol kabel Rp 20 juta. Tapi kita jual kabel keseluruhan dengan harga Rp 20 juta,” pungkasnya. (kin)

Editor: Yudiansyah