4 PDP Corona di RSUD dr H Marsidi Judono Kondisinya Sangat Mengkhawatirkan

by -
4 PDP Corona di RSUD dr H Marsidi Judono Kini Kondisinya Sangat Mengkhawatirkan
Direktur RSUD dr H Marsidi Judono dr Hendra SpAn.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – RSUD dr H Marsidi Judono Belitung hingga Jumat (27/03) kemarin, telah menerima 46 pasien dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan ( PDP) yang diduga terpapar Virus Covid-19. Dari 46 Pasien itu sejumlah 9 orang dengan status PDP dan sisanya ODP.

“Dari 46 kasus tersebut, kita baru mampu memeriksa 21 sample, dari ODP-ODP yang berkeliaran di kabupaten Belitung,” kata Direktur RSUD dr H Marsidi Judono dr Hendra SpAn dalam Rapat Percepatan Program Kerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belitung, Jumat (27/03) kemarin.

Dokter Hendra menambahkan, dari 21 sample itu baru 14 pasien yang terdeteksi negatif terjangkit Covid-19. “Pasien 02 pun yang hampir 10 hari yang lalu kita kirim, dan hasilnya belum keluar juga,” tukasnya.

Sementara hingga saat ini, pihak RSUD sedang merawat 4 pasien PDP dengan kondisi yang sangat mengkwatirkan, dan sedang ditunggu hasilnya. Karena sample spesimen Swab tenggorokan baru dikirim Kamis (26/3 sore kemarin. “Jadi ada 7 tabung spesimen dari 4 pasien PDP yang kita kirim, kita tunggu kapan, bisa 3 hari atau beberapa hari,” sebutnya.

Menurut dia, saat ini hasil sample pasien, sangat tergantung pada Laboratorium Kementerian Kesehatan. Apalagi di sana penumpukan sample hingga ratusan, sehingga harus ada antrian dengan sample-sample dari Kabupaten lain. “Ini lah kendala utama, mengapa Belitung belum bisa mendeteksi dengan cepat,” ujarnya.

Kemudian kata Hendra, ada sebuah kabar baik mengenai tahapan uji sample tersebut. Yaitu Kemenkes saat ini sedang mendata Rumah Sakit yang mempunyai alat Tes Cepat Molekuler (TCM) yang digunakan untuk pemeriksaan TB Multi Drug Resistance, atau HIV itu bisa diperiksa dengan Molekuler yang alatnya cukup canggih.

Alat tersebut hanya dimiliki 139 Rumah Sakit di Indonesia, salah satunya RSUD dr H Marsidi Judono. Namun kendala utamanya alat ini harus “upgrade” untuk memeriksa TCM Covid-19, sehingga bisa memeriksa langsung di Kabupaten Belitung.

“Syarat dan ketentuan harus dipenuhi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan ada alat yang harus dipenuhi dan diadakan. Itu merupakan tempat untuk mengambil sample virus dan masukan dan nanti dibaca di alat TCM itu,” jelas dr Hendra.

Selanjutnya kata dia, TCM ini tingkat kepercayaannya, hampir sama dengan alat yang dilakukan di Kementrian Kesehatan. “Hasil tes ini hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk hasil negatif atau positif, tidak perlu beberapa hari, seperti sekarang,” katanya.

Lebih lanjut dr Hendra menjelaskan, jika pihaknya segera memfungsikan alat itu, maka bisa segera memeriksa masyarakat dengan status ODP. Dengan demikian bisa segera meletakan siapa saja yang positif atau negatif. Pihak juga akan segera membicarakan dengan BPKAD Kabupaten Belitung, terkait penyedian alat-alat tersebut.

“Kalau alat itu ada kita lebih mudah, bisa segera mengisolasi mereka (apabila positif). Saya sangat khawatirkan apabila ada pasien positif, karena dengan adanya 4 pasien PDP saja sudah menggangu psikologis kawan-kawan,” tandasnya. (dod)

Editor: Yudiansyah