40 Siswa SMAN 1 Gantung Lolos SNMPTN

by -

GANTUNG – SMAN 1 Gantung Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kembali memberikan suatu prestasi yang membanggakan. Pasalnya sebanyak 40 siswa SMAN tersebut lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017. Secara persentase, jumlah ini dinyatakan meningkat dibandingkan tahun 2016 lalu.

Mereka yang lulus dinyatakan tersebar di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Pulau Jawa, satu di antaranya berhasil lolos ke Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kepala Sekolah SMAN1 Gantung, yang juga merupakan Guru berprestasi nasional, Sabarudin membenarkan jika siswanya tahun ini banyak yang lolos SNMPTN 2017.

“Tahun lalu 63 persen, sekarang naik jadi 68 persen. Pendaftarnya dari SMA N 1 Gantung tahun ini 59 siswa, yang diterimanya 40 orang siswa,” ungkap Sabarudin, saat dikonfirmasi Belitong Ekspres, Kamis (27/4) pagi.

Ditambahkan Sabarudin, pada tahun ini, ketentuan mengatur hanya 50 persen dari total siswa di sekolah berakreditasi A yang boleh mengikuti tes SNMPTN. Tahun lalu, peluang sekolah berakreditasi A jauh lebih tinggi yakni 75 persen dari total siswa kelas XII.

“Tahun ini turun, 50 persen boleh daftar. Kalau jumlah siswa kami 180, berarti 90 siswa boleh daftar SNMPTN. Dari 90 itu, yang minatnya 59 siswa, dan dari 59 itu, akhirnya ada sebanyak 40 siswa yang diterima melalui jalur SNMPTN,” lanjut Sabarudin.

Sabarudin juga mengatakan, sisiswanya yang lolos SNMPTN tahun ini tersebar ke sejumlah PTN seperti UGM, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Jakarta, UIN Jakarta, Universitas Negeri Solo (UNS), Univerisitas Veteran Yogyakarta, dan UBB.

“Alhamdulillah tahun ini siswa Kami yang lolos tersebut akan mengisi bangku kuliah negeri yang tersebar di pulau Jawa, dan juga ada yang ke UBB Babel,” terang Sabarudin.

Para siswa yang lolos SNMPTN memang diketahui adalah siswa yang berprestasi baik secara akademik maupun non-akademik. Oleh sebab itu pula, pihak sekolah mesti memberikan ruang bagi para siswanya untuk berprestasi non-akademik.

“Hal ini juga perlu dirangsang dengan pemberian reward. Prestasi seperti di olahraga, seni budaya, termasuk nilai akademiknya, dan itu penting buat SNMPTN. Jadi sekolah perlu memberikan ruang gerak bagi siswanya untuk mencatatkan prestasi lainya,” tutup Sabarudin. (feb)