5 Game Zone di Belitung Sudah Kembali Beroperasi Sejak Awal Juli

by -
5 Game Zone di Belitung Sudah Kembali Beroperasi Sejak Awal Juli
Suasana di Game Zone yang ada di Kampong Parit.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah wahana permainan ketangkasan atau game zone di Belitung sudah mulai beroperasi. Berdasarkan data dari Polres Belitung ada lima tempat permainan ketangkasan ini mulai aktif, sejak awal Juli lalu.

Meski beroperasi, pihak kepolisian tetap akan menindak tempat hiburan tersebut apa bila ada indikasi perjudian. Bahkan pengelola sudah membuat kesepakatan, siap ditutup apabila melanggar peraturan yang telah ditetapkan.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan para pengelola permainan ketangkasan dan melakukan pemeriksaan perizinan terkait wahana game ketangkasan tersebut.

“Kita sudah periksa izin yang dikeluarkan Dinas PMPTSPP, mengenai wahana game itu. Izinnya memang lengkap dan masih berlaku,” kata AKP Chandra kepada Belitong Ekspres.

“Peran dari kepolisian nanti akan melakukan pengawasan. Jika ada perjudian kita akan tindak. Selain itu, persyaratan untuk buka juga tetap menerapkan protokol Kesehatan,” pungkas Kasatreskrim Polres Belitung.

Sementara itu, HN pengelola game zone di Kawasan Tanjungpandan mengatakan, tempatnya beroperasi sejak sepekan lalu. Berbagai persyaratan dari pemerintah sudah dipenuhi. Seperti menjaga jarak dan memakai masker. “Kita sudah lihat sendiri, pada saat kita masuk ke game zone, dilakukan pemeriksaan seperti cek suhu tubuh,” kata HN.

Dia menjelaskan, semenjak beroperasi pekan lalu gamezone yang dia kelola sepi pengunjung. Berbeda pada saat sebelum pandemi Covid-19. Bahkan untuk penurunan bisa mencapai kurang lebih 50 persen.

Hal yang sama diungkapkan AN pengelola game zone di Kampong Parit. Usaha dia kelolah kembali aktif sejak 7 Juli 2020 lalu. Sebelum beroperasi, pihaknya sudah dihimbau oleh Jajaran Polres Belitung.

Seperti larangan berjudi. Serta menerapkan protokol kesehatan. Menurut AN, persyaratan tersebut sudah dipenuhi. Bahkan sebelum pengunjung masuk, mereka terlebih dahulu dicek suhu. Hingga disuruh pakai masker.

Meski sudah beroperasi, namun usaha game zone di Kampong Parit tetap sepi. Bahkan setiap hari hanya ada dua hingga tiga orang yang main. Sisanya hanya melihat. Untuk menghemat listrik, pengelola tidak mengaktifkan semua mesin.

“Hanya beberapa yang kita aktifkan. Sebab semenjak kita buka masih sepi. Kita bisa lihat sendiri. Siapa yang bermain dan siapa yang melihat,” keluh AN.

Menanggapi bukanya kembali game zone di Tanjungpandan, Kepala Bidang Pelayanan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perindustrian Kabupaten Belitung, Desi Muniarti mengatakan, dirinya sudah mengetahui beroperasinya kembali zone tersebut.

Dia sudah mengirim surat kepada para pemilik game zone di Belitung. Dijelaskan Desi, inti dari surat tersebut merupakan peringatan bagi pemilik game zone agar mentaati aturan. Seperti tidak ada indikasi judi dan juga tidak menyediakan jasa prostitusi.

“Jika memang terbukti melanggar kita akan tindak tegas. Kita cabut izinnya. Sedangkan untuk izin yang mereka miliki, masih aktif,” pungkasnya. (kin)