50 Santri Ponpes Daarul Arofah Belitung Positif, Covid-19 Jangan Dianggap Aib

by -
50 Santri Ponpes Daarul Arofah Belitung Positif, Covid-19 Jangan Dianggap Aib
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kabar mengejutkan datang pondok pesantren (Ponpes) Daarul Arofah di Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Sebanyak 50 santri positif terpapar virus Corona atau Covid-19 berdasarkan Swab Antigen.

Namun, sayangnya informasi santri yang terpapar Covid-19 terkesan tertutup untuk publik. Awak media justru baru mengetahui kabar tersebut setelah beberapa hari kemudian. Meski membenarkan, pengasuh Ponpes Daarul Arofah, Gus Heikal Fackar, enggan berkomentar.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung (Babel), Andi Budi Prayitno (ABP) mengatakan, seharusnya penyampaian rilis termasuk hasil penyelidikan epidemiologi merupakan tugas dan fungsi (tupoksi) dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belitung.

“Untuk Ponpes itu datanya kami terima Senin (8/3) kemarin. 50 orang (santri) positif itu hasil rapid test Antigen (Swab Antigen), Jumat, Sabtu dan Minggu. Pihak Ponpes juga berkoordinasi ke kita. Sementara hasil swab test PCR TCM-nya belum ada,” kata ABP kepada Belitong Ekspres, Selasa (9/3) tadi malam.

Menurutnya, dari Satgas Covid-19 Babel sudah menyampaikan untuk lockdown atau penutupan sementara Ponpes dan dilakukan PPKM mikro, selama 2 minggu. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten guna melakukan langkah responsif dan terukur, sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami sudah sampaikan, pertama yang pasti, karena ini berada dalam satu lingkungan Ponpes, maka PPKM mikro akan menjadi efektif dan lebih efisien.
Kedua, semua pihak harus terbuka dalam menyampaikan informasi terkait kasus Covid-19 ini, sehingga kita bersama-sama bisa menanggulangi virus ini secara tepat dan cepat,” sebut ABP.

Kemudian, ABP meminta masyarakat untuk menghapus stigma negatif terkait orang yang terpapar Covid-19, sebab selama ini masih dianggap sebagai aib. “Kalau ditutup-tutupi justru bisa berdampak buruk, yaitu potensi penularan yang menjadi masif dan tidak terkendali,” tutupnya.

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belitung hanya menyampaikan data 28 orang yang terpapar Covid-19 berdasarkan Swab Antigen. Angka tersebut berdasarkan data https://covid19.belitung.go.id/, Selasa (9/3) kemarin.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung Joko Sarjono mengatakan, 28 orang positif itu sudah diisolasi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Perawas, Tanjungpandan.

“Iya, ada 28 orang hari ini dinyatakan positif lagi, hasil Swab Antigen, kalau yang PCR belum. 28 orang itu sudah diambil (sampel) swab PCR dan sudah dikirim ke Pangkalpinang, kata Joko Sarjono kepada Belitong Ekspres.

Hingga saat ini pasien yang positif Covid-19 di Belitung ada 30 orang. Untuk pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, sekarang ini 21 orang. Sedangkan yang menjalani isolasi mandiri 9 orang.

Kemudian ada 2 orang yang selesai isolasi atau sembuh hari ini (kemarin). Sehingga total sembuh semuanya dari bulan Maret tahun kemarin sebanyak 432. Lantas, pasien yang terpapar Covid-19 secara global terdata 475 orang. Hingga saat ini kasus yang meninggal dunia terdata masih 13 orang dan tidak ada penambahan. (dod/red)