500.000 Kendaraan Bermotor di Provinsi Babel Menunggak Pajak

by -
Kasubid Teknis Pajak, Sengketa Pajak dan Doleansi, Bakuda Provinsi Kepulauan Babel Sjamsul Bahri, memberikan sosialisasi Samsat Setempoh,  Jumat (3/8) kemarin.

Nilainya Setara Rp 500 Miliar

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Tunggakan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga tahun 2019 ini cukup fantastis. Bakuda Provinsi Babel mencatat sebanyak 500 ribu kendaraan roda dua maupun empat menunggak membayar pajak.

Kasubid Teknis Pajak, Sengketa Pajak dan Doleansi, Bakuda Provinsi Kepulauan Babel Sjamsul Bahri mengatakan, tunggakan pajak semenjak peralihan dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini, didominasi 70 persen oleh kendaraan sepeda motor.

“Jika diakumulasikan maka Provinsi Babel memiliki potensi pendapatan pajak setara sekitar Rp500 miliar,” ujar Sjamsul kepada wartawan usai acara sosialisasi Samsat Setempoh sekaligus pembekalan petugas pendata tunggakan pajak di UPT Bakuda Provinsi Babel Wilayah Belitung, Jumat (2/8) kemarin.

Oleh karenanya, dalam rangka pengentasan tunggakan itu dibutuhkan sinergitas dengan kabupaten untuk pemutakhiran data base. Langkah kongkretnya dengan merekrut petugas pendataan penunggak pajak di setiap desa/kelurahan se Kabupaten Belitung.

Petugas mitra Samsat ini akan mendata setiap warga di desa atau kelurahan masing-masing yang menunggak pembayaran pajak kendaraan. Honor diberikan sebesar Rp 3.000 tiap satu motor dan Rp 5.000 untuk satu mobil yang berhasil mereka data.

Menurut Sjamsul tugas mereka hanya mendata, bukan menagih pajak. Hasil pendataan tersebut kemudian bakal dintegrasikan menjadi sebuah database tentang potensi tunggakan pajak kendaraan bermotor tersebut.

“Data base ini sangat kami butuhkan untuk rencana aksi kedepan, makanya kita lakukan singkronisasi pendataan kembali. Sebab, semenjak Provinsi Babel berdiri data ini diserahterimakan ke kami, jadi perlu dimutakhirkan kembali,” tukasnya.

Dia berharap, dengan pendataan petugas di masing-masing desa dapat menumbuhkan kesadaran warga yang penunggak pajak. “Selain mendata tunggakan, petugas ini juga bisa membantu warga jika ingin membayar pajak kendaraannya,” tandas Sjamsul. (yud)