500 Pendidik PAUD ‘Digoyang’ UNICEF

by -

PANGKALPINANG – Sebanyak 500 pendidik anak usia dini (PAUD) mengikuti workshop seni gerak dan parenting yang digelar oleh Himpunan pendidik anak usia dini (HIMPAUDI) bekerjasama dengan UNICEF. Sebelum mengikuti workshop seni gerak dalam pembelajaran anak usia dini, beberapa peserta juga  mengikuti diklat implementasi kurikulum 2013 PAUD.
Ketua HIMPAUDI Babel, Jamilah mengatakan, 500 peserta workshop ini adalah pendidik PAUD dari 6 kabupaten yang ada di Bangka Belitung. Bekerjasama dengan UNICEF, pendidik PAUD di Babel, dibekali diklat implementasi K13 dan seni gerak serta parenting dalam pembelajaran anak usia dini.
“Kita bekerjasama dengan UNICEF, 2 anggota UNICEF hadir di sini untuk membekali pendidik PAUD agar lebih berkualitas dan mampu mewujudkan PAUD yang murah berkualitas, namun bukan murahan,” ungkapnya disela kegiatan workshop yang berlangsung di GOR Depati Bahrin Pangkalpinang, Sabtu (28/11) kemarin.
Jamilah menjelaskan, kegiatan workshop ini digelar dalam rangka gerakan HIMPAUDI melatih para pendidik serta menyadarkan orang tua murid bagaimana pentingnya pendidikan karakter Anak usia dini untuk meningkatkan kualitas akhlak yang dimiliki Anak usia dini.
“Dari sini kami juga berharap pendidik PAUD dapat menularkan ilmu ke pendidik lainnya di wilayah masing-masing. Saya mengajak mereka untuk menjadi pendidik PAUD yang bermanfaat dan berkualitas,” harapnya.
Dalam workshop ini, selain mengikuti pembelajaran seni gerak untuk meningkatkan kreatifitas pendidik PAUD, para pendidik PAUD juga memiliki kesempatan bertanya apa yang tidak atau belum dipahami. “Dilihat dari antusias peserta, Alhamdulillah mereka merasa puas dan semangat. Semoga apa yang kita datagkan bermanfaat untuk kita semua, khususnya semua Pendidik PAUD se Bangka Belitung,” tutup Jamilah.
Kepala Dinas Pendidikan Babel, M.Soleh yang membuka diklat K13 serta workshop seni gerak mengatakan, perubahan kurikulum PAUD yang terjadi saat ini dimaksudkan untuk memperbaiki kurikulum yang ada, dengan maksud utama adalah penekanan pada nilai sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
“Sebagai jenjang paling dasar, kurikulum 2013 PAUD serta workshop yang digelar diharapkan dapat menjadi fundamental penyiapan peserta didik menjadi lebih siap memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi,” ujarnya.
Selain itu, Soleh juga berharap kegiatan ini dapat diikuti dan dipahami semua Pendidik PAUD, karena ini menjadi momen penting dalam upaya memenuhi kebutuhan penyediaan pendidik PAUD yang memiliki kompetensi. “Ini juga sebagai upaya meningkatkan mutu demi kemajuan pendidikan di Bangka Belitung,” tutup Soleh. (rel)