6 KIP Berlabuh di Perairan Muntok

by -

MUNTOK – Setelah menjadi perhatian warga sekitar, sejumlah Kapal Isap Produksi (KIP) yang berlabuh di perairan Muntok menghentikan aktivitasnya. Pantauan harian ini pada Selasa (3/1) kemarin, terlihat ada enam KIP yang berlabuh di sekitar perairan Muntok. Tiga diantaranya berlabuh di Pantai Teluk Rubiah, sementara tiga lainnya berlabuh di Pantai Batu Rakit.

Tak ada aktivitas dan kebulan asap seperti beberapa hari sebelumnya. Menurut pengunjung setempat, Hendra, KIP terakhir kali beroperasi pada hari Minggu (1/1) Kemarin. Bahkan, katanya salah satu KIP beroperasi di saat warga tengah menikmati masa liburan dan cuti bersama di kawasan pantai Batu Rakit. “Sekarang baru berhenti, kemarin terakhir waktu kami liburan ke sini masih bekerja, kelihatan asap dan air pencucian dari belakang kapal, besar kemungkinan KIP tersebut melakukan aktivitas produksi,” ujar Hendra di pantai Batu Rakit, Selasa (3/1)

Ada enam KIP yang diduga melakukan aktivitas di perairan Muntok, bahkan berada di dalam zona pariwisata yang sedang digalakkan oleh Pemkab Babar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala KSOP Muntok Supriyono menyebut, keenam KIP tersebut yakni KIP Timah 9, KIP Timah 14, KIP Shanko, KIP Isamar, KIP Lembawai dan KIP Babelindo. Empat diantaranya KIP 9, KIP 14, KIP Shanko dan KIP Isamar tercatat berlabuh di perairan Belo Laut, Kelurahan Tanjung. Sementara KIP Lembawai dan Babelindo berlabuh di perairan Tanjung Kalian. “Semuanya ada enam KIP, empat di perairan Belo Laut, dan duanya ada di kawasan Tanjung Kalian,” ujar Supriyono di ruang kerjanya.

Diberitakan sebelumnya dua KIP beroperasi di perairan Muntok. Ironisnya, jarak operasi dua KIP itu tersebut kurang dari satu mil bibir pantai. Selain itu, wilayah kerja KIP juga disebut mengganggu wilayah tangkapan tangkapan nelayan dan lalulintas kapal, khusunya yang bermuatan besar.

Kepala KSOP Muntok Supriyono mengaku dua KIP yang diketahui beroperasi di perairan Teluk Rubiah, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok baru-baru ini, tidak mengantongi izin apapun. Baik izin operasi maupun labuh. Menurutnya KIP-KIP yang berada di perairan Muntok hanya sebatas berteduh. Bahkan, Supriyono mengaku tidak tahu nama KIP-KIP tersebut.

Untuk itu, Supriyono memastikan KIP-KIP yang berada di perairan Muntok tidak melakukan aktivitas penambang. “Kami kurang tahu nama KIP nya, nanti kami cek dulu. Tapi sejauh ini kami tidak mengeluarkan izin apapun. Baik operasi maupun labuh. Untuk itu kami pastikan KIP tidak beroperasi,” tegas Supriyono pada Senin (2/1).(ray)