7 Pemuda Jadi Tersangka Pengeroyokan, Terancam 7 Tahun Penjara

by -
7 Pemuda Jadi Tersangka Pengeroyokan, Terancam 7 Tahun Penjara
Polisi saat menunjukkan tersangka dan barang bukti saat konferensi pers, Senin kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Polsek Tanjungpandan Belitung resmi menetapkan 7 orang pelaku pengeroyokan RO sebagai tersangka. Saat ini mereka telah ditahan di sel tahanan Polsek Tanjungpandan.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma Rahma Saputra mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan bukti cukup bukti. Seperti keterangan saksi-saksi, sejumlah barang bukti yang digunakan para tersangka, melakukan pengeroyokan terhadap korban. Yakni sapu lidi, pisau, hingga pecahan kaca.

“Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka pria berinisial N F (20), Ar (18), Jo (20), Ol (18), VA (16) , IA (15) dan RM (17) masih di bawah umur,” kata Ipda I Made saat konferensi pers di Polsek Tanjungpandan, Senin (4/1) kemarin.

Ke-7 pemuda tersebut diduga melakukan penganiyaan terhadap korban yang disebabkan permasalahan asmara. Ipda I Made menjelaskan, saat itu rombongan korban lewat di markas para tersangka yang berada di Padang Tekukur dengan menggunakan motor.

Kemudian, rombongan ini mengegas sepeda motornya. Hingga akhirnya, Jo dkk tidak terima. Lalu, salah satu dari tersangka meneleponnya rombongan korban. Tujuannya untuk menyelesaikan permasalahannya.

Akhirnya korban memberanikan diri datang ke TKP. Pada saat sudah berada di lokasi, rombongan tersangka langsung menyerang. Namun rekan-rekan Ro kabur, hingga akhirnya korban menjadi bulan-bulanan oleh tersangka.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian punggung dan pinggang, serta mengalami memar, lecet di bagian Kepala. Usai kejadian itu korban melaporkan ke Polsek Tanjungpandan

I Made mengungkapkan, dari ke-7 tersangka ada 3 orang yang masih di bawah umur dan statusnya masih pelajar di Tanjungpandan. Meski begitu pihak kepolisian tetap proses hukum terhadap ketiganya.

“Untuk pasal yang kita kenakan yakni Pasal 170 Ayat 2 ke 1 KUHP Tentang Pengeroyokan. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara. Untuk anak yang di bawah umur proses hukum akan didampingi oleh orang tua,” pungkasnya. (kin)