75 CPNS Kota Terima SK

by -

PANGKALPINANG – Pemerintah kota (Pemkot) Pangkalpinang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepada 75 Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) yang dinyatakan lolos tes seleksi ujian masuk CPNS 2014.
SK itu kemudian diserahkan secara simbolis oleh Walikota Pangkalpinang, Muhammad Irwansyah kepada tiga orang perwakilan, dalam sebuah upacara pagi yang digelar di halaman gedung Tudung Saji pemkota Pangkalpinang, Senin (2/3) kemarin.
“Mulai hari ini (Senin,Red) semua CPNS sudah penempatan, SK-nya sudah keluar semua, termasuk NIK bagi CPNS 75 orang itu. Penyerahannya dilakukan secara simbolik kepada CPNS yang berprofesi sebagai guru, dokter, dan tenaga fungsional umum, pada upacara pagi tadi,” jelas, Sekda Pangkalpinang, Nafiri.
Lanjut Nafiri, dengan demikian, terhitung mulai Maret para CPNS ini sudah bekerja ditempat tugasnya masing-masing. Namun lanjut dia, sebelum diangkat menjadi PNS, ke 75 CPNS ini harus lebih dulu mengikuti pra jabatan (Prajab).
“Dalam tahun ini mereka akan melakukan pra jabatan, karena dananya sudah kita anggarkan. Pra jabatan akan dilakukan selama dua tahun. Mereka sebelum dua tahun harus ikut pra jabatan, kalau sampai lewat dua tahun maka bisa gugur, kan lucu batal jadi PNS hanya gara-gara pra jabatan, untuk itu secepatnya akan kita upayakan,” jelasnya.
Nafiri menambahkan, Pemkot berencana mengajukan kuota penerimaan CPNS untuk tahun ini. Ia pun berharap pemerintah memberikan kuota itu bagi Pemkot Pangkalpinang.
“Setiap tahun kita ajukan formasi-formasi yang harus di isi. Tahun ini juga kita butuh banyak PNS karena bakal banyak yang pensiun, apa lagi tahun depan banyak yang pensiun,” tuturnya.
Akan tetapi,  jika memang moratorium diberlakukan di Pangkalpinang yang artinya untuk beberapa tahun kedepan tidak ada penerimaan CPNS, Pemkot kata dia, mau tidak mau harus siap, meskipun kekurangan tenaga.
“Kalau memang moratorium itu dilaksanakan disini, mau tidak mau kualitas SDM yang ada saat ini kita tingkatkan. Mungkin dari satu pekerjaan, bisa saja PNS tersebut melakukan pekerjaan yang lain,” terangnya.
Nafiri menambahkan, sepanjang tahun 2014, tidak ada PNS yang dipecat akibat tersandung masalah hukum, hanya saja ada dua orang yang mengundurkan diri dengan asalan kesehatan. “Tahun lalu kita belum ada lakukan pemecatah, tapi ada yang mengundrkan diri, karena mereka sudah tidak lagi mengabdi dengan alasan kesehatan yang tidak memungkinkan lagi,” tutupnya. (cr61)