8 Remaja ‘Pesta’ di Kos-kosan

by -

*Wabup Minta Dinas Pendidikan untuk Bertanggung Jawab

TANJUNGPANDAN-Fenomena kenakalan remaja di bawah umur saat ini semakin memperihatikan. Bukannya melakukan kegiatan positif dengan belajar yang baik, malah sebaliknya. Hal ini seperti dilakukan delapan remaja bawah umur, yang digrebek Satpol PP Belitung di sebuah kos-kosan di Jalan Muhamadiyah Desa Air Raya, Selasa (8/9) dini kemarin.

Satpol PP terjun melakukan penggerebekan karena mendapat laporan dari salah seorang warga masyarakat. Delapan remaja terdiri dari lima orang laki-laki dan tiga orang perempuan, diduga berkumpul untuk berpesta lem aibon. Bahkan, lebih mirisnya mereka juga diduga melakukan tindakan asusila.

Satu di antaranya diketahui ada remaja putri yang masih berstatus pelajar SMP dan tujuh orang remaja lainnya mengaku sudah putus sekolah.

Mereka masing-masing berinisial RF (16), HR (16) warga Jalan Penataran Pilang, PJ (17) warga Jalan Pak Mangga, As (16) warga Jalan Ahmad Dahlan, Rd (15) warga Jalan Rahat, TR (15) Warga Jalan Rahat, NN (14) warga Desa Air Kelubi dan SH (16) warga Air saga.

Muda mudi tersebut digerebek lantaran prilakunya meresahkan masyarakat. Tiap malam mereka berkumpul di kos-kosan untuk mabok lem aibon. Petugas saat itu berhasil mendapati barang bukti dua buah lem aibon yang digunakan para remaja tersebut.

Namun demikian, salah satu remaj TR mengelak saat ditanyai ikut mengkonsumsi aibon. “Saya tidak ngapa-ngapin. Aku hanya main ke rumah teman. Tiba-tiba kami digrebek,” ujar TR.

Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar membenarkan adanya penggerebekan para remaja di bawah umur tersebut. Menurutnya, kedelapan muda-mudi ini digiring ke Pol PP lantaran kedapatan ngaibon dan sering mereka meresahkan masyarakat sekitar.

“Warga sekitar resah dengan keberadaan mereka. Sekitar pukul 02.00 WIB anggota Pol PP turun ke lokasi untuk mengamankan para pemuda-pemudi ini,” ujar Alkar kepada Belitong Ekspres, kemarin.

“Untuk memberikan efek jera, para pemuda pemudi ini akan dipanggil kedua orang tuannya. Selain itu, kita akan buatkan surat pernyataan bahwa mereka tidak menggulangi perbuatannya,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani akan segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan guru siswa tersebut. Erwandi juga meminta kepada dinas pendidikan bertanggungjawab, karena salah satu remaja yang diamankan masih berstatus pelajar SMP.

“Kita harus banyak melibatkan orangtua di sekolah-sekolah. Kita menjaga dan mengantisipasi dan hati-hati kepada anak dalam pergaulan sehari-hari,” kata Erwandi yang ikut memberikan pembinaan.

Erwandi menyayangkan adanya pelajar hingga larut malam tidak pulang ke rumah. Malahan pulang ke tempat kost.

“Walaupun kau berdali tidak melakukan apapun, tapi kalau orang melihat nanti orang tetap menilainya rendah. Sayang cantik-cantik dikotori dengan prilaku yang tidak baik,” kata Erwandi kepada salah seorang remaja putri. (ade/kin/yud)