9 Orang Tewas di Jalan

by -

PANGKALPINANG – Sedikitnya 9 orang tewas di jalanan dari 8 kasus kecelakaan lalu lintas serta 70 kasus tindak pidana yang terjadi selama Operasi Ketupat Menumbing 2015, yang digelar pada 10 hingga 25 Juli 2015. Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Mun’im mengatakan, terjadi penurunan untuk kasus lakalantas dan terjadi peningkatan untuk kasus kriminal dibandingkan pada Operasi Ketupat Menumbing 2014.
“Pada Operasi Ketupat Menumbing 2014 terjadi 15 kasus lakalantas mengalami penurunan sebesar 46 persen, dengan korban jiwa sebanyak 11 orang atau mengalami penurunan sebesar 18 persen. Kerugian materil juga mengalami penurunan dari Rp88,1 juta pada 2014 turun Rp44,05 juta pada 2015,” kata Abdul Mun’im, Senin (27/7).
Untuk pelanggaran lalu lintas pada 2014 sebanyak 210 kasus, sementara pada 2015 sebanyak 136 kasus atau mengalami penurunan sebesar 35 persen. Sedangkan untuk pengendara yang mendapat teguran mengalami peningkatan dari 42 kasus pada 2014 meningkat 92 kasus pada 2015 atau mengalami peningkatan sebesar 54 persen.
“Kegiatan Satgas Polda dan Polres jajaran secara keseluruhan jika dikaitkan dengan indikator keberhasilan Operasi Ketupat Menumbing 2014, kegiatan operasi belum mampu menekan jumlah gangguan kamtibmas dan kejadian menonjol serta menekan atau meminimalisir kemacetan dan satu indikator tidak tercapai yaitu eningkatnya kasus pencurian dengan pemberatan,” tukasnya.
Melihat dari data kriminalitas tahun 2015 pelaksanaan Operasi ketupat Menumbing 2015 mencapai 70 kejadian, sementara pada pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2014 sebanyak 50 kejadian, atau mengalami kenaikan mencapai 40 persen.
Kasus menonjol yang terjadi selama 2015 pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2015 dibanding dengan pelaksanaan Operasi Ketupat 2014 yaitu kasus tindak pidana curat 7 kasus tahun 2014 naik menjadi 17 kasus tahun 2015. Tindak pidana pencurian 9 kasus 2014 sama pada 2015 dan tindak pidana anirat (nihil) kasus pada 2014 naik menjadi 2 kasus pada 2015.
“Hal ini disebabkan tingginya kebutuhan pada bulan puasa dan saat perayaan Hari Raya Idul Fitri maupun pasca perayaan Idul Fitri sehingga pelaku melakukan segala cara untuk mendapat uang secara cepat,” katanya.
Abdul Mun’im menambahkan, melihat data kejadian gangguan kamtibmas wilayah Polres Pangkalpinang mengalami peningkatan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2015 dan menjadi peringkat pertama gangguan kamtibmas dibanding polres jajaran lainnya dengan jumlah 22 kasus.
“Untuk pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menunjukkan peningkatan kasus lakalantas di Polres Bangka Barat yang paling banyak mengakibatkan korban meninggal dunia, luka berat, luka ringan dan mengalami kerugian materil serta dikeluarkannya surat tilang. Hal tersebut disebabkan kurangnya kewaspadaan dalam berkendara serta tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan belum terplotingnya personil untuk melakukan pengaturan lantas di tempat-tempat rawan terjadinya laka lantas,” tandasnya. (CR62)