9 Terdakwa Tragedi Sijuk Dituntut 3 Bulan Penjara

by -
9 Terdakwa Tragedi Sijuk Dituntut 3 Bulan Penjara
Suasana sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Selasa (16/2).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Sembilan terdakwa kasus penganiyaan, pengerusakan dan pembakaran saat penertiban tambang ilegal Sijuk, dituntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung dengan hukuman penjara selama tiga bulan.

Tuntutan atas kasus yang dikenal dengan tragedi Sijuk itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung Tri Agung Santoso, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Selasa (16/2).

Delapan terdakwa dari pihak penambang adalah Iskandar (40), Nurdiansyah (25), Anggara (32), Galuh (23), Martani (51), Wendri (32), Hendra (30), dan Indra (38). Dalam kasus ini mereka didakwa pasal yang berbeda.

JPU Tri Agung menjelaskan, untuk Anggara, Galuh, Martani, Hendra, Indra, Nurdiansyah dan Wendri dituntut dengan Pasal 170 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 406 ayat 1 KUHP junto 55 KUHP.

“Mereka terbukti melakukan pengerusakan yang mengakibatkan kerugian negara. Dalam hal ini melakukan pengerusakan fasilitas negara. Selain itu, untuk terdakwa Wendri dia juga terbukti melakukan penganiayaan terhadap Satpol PP. Sehingga mengalami luka-luka,” terangnya.

Sedangkan untuk terdakwa Sandi Aji (45) yang merupakan Anggota Satpol PP Provinsi Bangka Belitung, dituntut dengan Pasal 170 Ayat 1 KUHP. Sebab, jaksa menilai Sandi telah menggunakan jabatannya untuk memerintahkan Satpol PP membakar peralatan milik penambang.

Setelah pembacaan tuntutan, langsung dilanjutkan dengan agenda tanggapan tuntutan jaksa. Sandi meminta keringanan kepada majelis hakim atas tuntutan dari JPU. Pasalnya, dia merupakan tulang punggung keluarga.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh delapan orang penambang. Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan yang diketuai Anak Agung Niko Brama, didampingi Hakim Anggota Rino Adrian dan Andri, mereka meminta keringanan.

Pasalnya, dalam kasus ini sudah ada perdamaian antara pihak Satpol PP Babel dengan masyarakat penambang. Selain itu, ke delapan para penambang juga merupakan tulang punggung keluarga.

Menanggapi permohonan dari para terdakwa, JPU Kejari Belitung tetap pada pendiriannya. “Kami tetap pada tuntutan,” kata Agung. Sidang kembali dilanjutkan pekan depan, dengan agenda putusan dari Pengadilan Negeri Tanjungpandan. (kin)