Pemetaan Gub Minta PLN Lakukan Pemetaan

by -

PANGKALPINANG – Gubernur Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi meminta PT PLN Persero bisa memberi pemetaan untuk pembebasan lahan terkait masih terjadinya pemadaman listrik secara berulang dalam kurun beberapa hari terakhir ini.
“Hari ini saya undang PLN untuk minta paparannya karena sampai saat ini PLN masih diserang terus oleh masyarakat. Kalau dari paparan mereka, sebenarnya listrik kita cukup, hanya masih sering mati karena kendala itu di jaringan. Karena itu saya minta pemetaannya,” ujar Rustam, usai menggelar audiensi dengan PT PLN wilayah Babel diruang kerjanya, Senin (6/4) kemarin.
Jika ada pemetaan, menurut Rustam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel akan lebih mudah bernegosiasi untuk mengatasi kendala ini dan akan ketahuan siapa Kepala Desa atau masyarakat yang tidak menyetujui ini.
“Kita minta PLN buat pemetaannya, karena sesuai UU Nomor 2, kalau untuk kepentingan publik kita bisa tiga kali bernegosiasi untuk memecahkan masalah ini, jika tidak ada toleransi, kita bisa titipkan ke pengadilan, biar pengadilan yang proses,” imbuhnya.
Untuk memaksimalkan upaya ini, Rustam meyakinkan, Ia juga sudah memanggil Walikota Pangkalpinang, karena bagaimanapun hasilnya nanti bisa dilihat dari opsionalnya.
“Sehebat apapun kita punya pembangkit, kalau jaringan tidak tuntas, ya percuma. Listrik cukup, tapi matinya masih berkali-kali untuk apa. Secepatnya saya minta data disampaikan ke kita karena PLN pasti punya tim untuk ini,” terang Rustam.
Ia menambahkan, untuk mengatasi masalah kelistrikan ini, PLN juga sudah menarik 150 KV jaringan dari Kelapa ke Mentok dan Koba ke Pangkalpinang. “Meski jaringan sudah ditarik PLN, namun kesulitan daerah untuk pembebasan lahan masih sulit,” tegasnya.
Menanggapi hal ini, Eko Mulyo, Manager Tehnik PT PLN wilayah Babel mengatakan, pihaknya akan berupaya mewujudkan pemetaan ini karena ada tim UIP 3 yang bisa membantu pemetaan ini. “Ini memang sangat penting sekali, karena dengan jaringan inilah kita jadi kuat. Kami akan upayakan tim UIP 3 kami yang ada di Palembang untuk melakukan ini, karena kami tidak punya kuasa, disini kami hanya akan membantu mereka saja,” bebernya.
Namun untuk saat ini, menurut Eko, kelistrikan di Babel ada 30MW PLTU Air anyir, PLTD tersebar 116 sampai 124. Daya mampu 146 MW, kapasitas pembangkit cukup karena ini sudah surplus.
“Di bulan Juli nanti kita akan ada tambahan PLTU 30MW untuk menyambung pelanggan besar, dan PLTU yang di Belitung masih testing dibulan April ini ada 16,5MW, dan Juli masuk lagi 16,5MW, jadi tambahannya 33MW,” pungkasnya. (eza)