by -

PANGKALPINANG – Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta untuk tidak melakukan pemadaman saat Ujian Nasional (UN) berlangsung, 13-15 April nanti. Kekhawatiran akibat pemadaman bukan tanpa alasan sebab akan mengganggu proses pelaksanaan UN.
Andi, wali murid SMKN 1 Pangkalpinang menjelaskan, jika terjadi pemadaman maka dikhawatirkan peserta UN menjadi tidak rileks. “Ya saya khawatir anak saya yang akan melaksanakan UN online nanti terganggu oleh pemadaman listrik, itu bisa membuat dia gugup dan tidak rileks mengisinya nanti,” tuturnya, Jumat (10/4). Untuk itu, Andi berharap agar PLN tidak melakukan pemadaman selama pelaksaan UN berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan Babel M. Soleh ditemui terpisah menjelaskan, Disdik sudah melakukan antisipasi dengan mengirimkan surat ke PLN agar tidak melakukan pemadaman. Apalagi kata dia, tahun ini ada 6 sekolah di Babel yang melakukan UN secara online. “Sekolah yang belum melaksanakan CBT juga pasti memerlukan listrik pada saat pelaksanaan UN nanti. Misalnya saat UN Bahasa Inggris ada sesi soal listening (mendengarkan). Jadi semua sekolah juga pasti membutuhkan listrik saat UN tanggal 13-15 April nanti,” ungkapnya.
Kepala Seksi SMK Dinas Pendidikan Provinsi Saiful menambahkan, dari pengalaman tahun sebelumnya biasanya PLN tidak melakukan pemadaman. “Mereka bisa bekerjasama,” kata dia. Ia membenarkan jika pihaknya juga sudah mengirmkan surat kepada PLN untuk tidak melakukan pemadaman.
Sementara, Humas PLN wilayah Babel Nangcik mengaku belum menerima surat tersebut. Namun menurut dia, kemungkinan surat itu disampaikan ke PLN daerah Bangka. “Belum. Mungkin ke PLN daerah Bangka,” kata dia. Meski demikian, Nangcik menegaskan pihaknya tetap mendukung pelaksanaan UN dengan tidak melakukan pemadaman listrik. “Kita tidak akan melakukan pemadaman listrik selama pelaksanaan UN itu dan kita siap untuk koordinasi ke rayon-rayon di daerah Babel,” tegasnya.
Biasanya kata dia, pemadaman bergilir dilakukan PLN karena ada gangguan jaringan, pemeliharaan alat dan perbaikan.(cr64)