18 Narapidana Cerucuk Ikut UN

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

foto B. UN Laps

Foto: Suasana ujian nasional di di Gedung Lapas Kelas IIB Cerucuk, Senin (13/4) kemarin

TANJUNGPANDAN- Tidak hanya pelajar SMA dan SMK yang mengikuti ujian nasional (UN), narapidana pun mengikuti tes kelulusan UN tahun 2015. Sebanyak kurang lebih 18 orang narapidana, mengikuti ujian yang dilaksanakan di Gedung Lapas Kelas IIB Cerucuk, Senin (13/4) kemarin.

Selain narapidana, juga ada beberapa orang yang mengikuti ujian Paket C (Setara SMA-Red) ini. Pantauan Belitong Ekspres di lokasi terlihat, para peserta Siswa-siswi nampak serius mengikuti jalannya UN tersebut. Mereka dengan santai mengerjakan soal-soal yang dikirim dari Dinas Pendidikan.

Citra salah satu narapidana yang ikut dalam ujian ini mengatakan, dirinya sudah mempersiapkan sejak beberapa hari, untuk menghadapi ujian ini. Menurut wanita asal Bandung ini, sebelum hari H, dia sudah mempelajari materi-materi yang di ujikan.

Baca Juga:  Stok Darah di PMI Hanya Cukup untuk Beberapa Hari

“Saya siap mengikuti UN. Sebelum UN kami sudah dibekali belajar oleh, pengajar-pengajar yang ada di lapas,” ujar Citra kepada Belitong Ekspres, Senin (13/4) kemarin.

Sementara itu,sekertaris PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Pengayoman Lapas Kelas IIB Cerucuk Harry Susanto seizin Kalapas Turyanto mengatakan, saat ini ada sebanyak 46 peserta mengikuti ujian ini.

Dari 46 peserta yang mengikuti ujian, 18 orang berasal dari warga binaan Lapas Kelas IIB Cerucuk. Ujian ini, akan dilaksanakan selama empat hari, terhitung hari ini (Kemarin,red) hingga 16 April mendatang.

Baca Juga:  Hanya 2 Komoditi Berikan Pendapatan untuk Daerah

“Ada tujuh mata pelajaran yang di ujikan, di UN tahun 2015 ini. Mata pelajaran tersebut yakni, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi, PPKN, Sosiologi dan Geografi,” ujar Herry Susanto.

Pihaknya berharap mereka dapat mengerjakan tugas dengan baik. Sehingga, para narapidana ini bisa lulus. Selain itu, saat mereka keluar dari lapas ini, dapat memiliki pekerjaan dan diterima di lingkungan masyarakat.

“Kalau mereka memiliki pekerjaan layak, tidak mungkin akan berbuat tindak pidana kriminal. Selain itu, mereka yang lulus, saat keluar dari lapas ini, dapat magang di perusahaan yang bekerja sama dengan lapas,” pungkasnya. (kin)

Rate this article!
Tags:
author

Author: