Aan Bukan lagi Sebagai PNS

by -

*Telah Menerima SK Pemberhentian dari Presiden

MANGGAR – Setelah dua Anggota DPRD Belitung Timur (Beltim), kini giliran Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Beltim Burhanudin, yang resmi diberhentikan karena ikut dalam Pilkada 2015 mendatang.

 

Calon Wakil Bupati (Cawabup) Beltim yang berpasangan dengan Yuslih Ihza ini, telah menerima Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Kepegawaian Negara, atas nama Presiden RI No.00002/KEPKA/TAP/21906/15 tanggal 18 September 2015. SK tersebut berisi tentang pemberhentian dengan hormat atas permintaan sendiri sebagai PNS tanpa hak pensiun.

 

“Sejak saya mengundurkan diri pada akhir Agustus lalu, maka semua yang berhubungan dengan Pegawai Sipil Negara (PSN) tidak lagi menjadi bagian dari pegawai di Pemkab Beltim. Dengan dikuatkannya SK dari Presiden ini, maka resmi saya sudah tidak lagi menjadi PNS dan siap untuk mencalonkan diri sebagai Wabup Beltim mendatang,” ungkap pria yang akrab disapa Aan, kepada Belitong Ekspres, Rabu (21/10) kemarin.

 

Aan, yang sebelumnya berpangkat/golongan Pembina Utama Muda/IV/c/01-10-2014 menambahkan, kesiapan berhenti menjadi pegawai PSN adalah niat baik yang sudah bulat dilakukannya. Dan semua itu, sudah jelas dengan mengikuti segala aturan yang berlaku.

 

“Saya resmi berhenti dan sudah sesuai apa yang sudah di atur dalam PKPU. Di mana Pegawai PSN yang ikut dalam Pilkada harus berhenti, dan ini sudah saya lakukan. Sejak terhitungnya keberhentian saya, maka saya siap menjalani semua aturan tersebut,” tegas Aan.

 

Sementara itu, Ketua KPU Beltim, Pirmawan juga membenarkan jika Cawabup nomor urut 1, sudah menyerahkan SK pemberhentian dengan melampirkan SK Presiden. Demikian juga dengan anggota DPRD Belti atas nama Fezzy Uktolseja dan Musdiyana. Keduanya sudah resmi berhenti dan siap maju mencalonkan diri sebagai Wabup Beltim pada Pilkada 9 Desember mendatang.

 

“Benar, semua sudah kita terima, termasuk juga dengan SK dua Anggota DPRD Beltim yang mengundurkan diri. Dan semua terlampir pada SK yang sudah dikeluarkan baik dari SK Presiden (Burhanudin, red) dan SK Gubernur Babel (Fezzy dan Musdiyana, red),” terang Pirmawan.

 

Pirmawan menambahkan deadline penyerahan SK pemberhentian ini akan diberikan pada batas waktu Jumat (23/10) mendatang. Sedangkan menurut pengakuan Pirmawan mereka masih menunggu satu lagi SK yang belum keluar yakni SK atas nama Yuslih Izha (Cabup nomor urut 1 pasangan Burhanudin, red). Hingga Rabu (21/10) kemarin, SK Pemberhentian tersebut belum diterima KPU Beltim.

 

“SK atas nama Yuslih Izha, masih dalam proses penyelesaian di pusat. Kemungkin hingga deadline nanti akan ada dan akan sampai di KPUD. Namun, meski demikian tidak akan menjadi persoalan, karena semua masih dalam proses, dan mudah-mudahan semua akan terselesaikan,” jelasnya.

 

Seperti diketahui Pilkada Beltim 2015 ada tiga pasangan calon (Paslon) yang siap maju. Mereka adalah pasangan Yuslih-Burhanudin (Berlian) nomor urut 1 dengan partai pengusung, PBB, Golkar dan Gerindra, pasangan Usmandi Andeska-Musdiyana nomor urut 2 dengan parpol pengusung PKS dan Hanura, dam pasangan Basuri T Purnama-Fezzy Uktolseja dengan nomor urut 3, yang diusung oleh parpol PDI Perjuangan dan Nasdem. (feb)