Ada Penimbunan Gas Segera Lapor Polisi!

by -
Ada Penimbunan Gas Segera Lapor Polisi!
Ilustrasi LPG 3 Kg

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Sejumlah Praktisi hukum Bangka Belitung (Babel) meminta kepada masyarakat untuk melaporkan ke polisi jika mengetahui adanya penimbunan LPG bersubsidi ukuran 3 Kg.

Sebab, adanya penimbunan selain mengakibatkan terjadinya kelangkaan juga melanggar hukum. Yakni tentang Minyak dan Gas (Migas), serta Undang-Undang Pangan. Pengamat hukum Babel Dr Zaidan SH MH mengatakan, pihaknya masih mempelajari apa yang terjadi di Kabupaten Belitung.

“Kita akan pelajari dulu khususnya kelangkaan LPG yang diduga disebabkan adanya dugaan penimbunan. Nah, bagi masyarakat yang mengetahui adanya silahkan laporkan langsung ke polisi,” kata Dr Zaidan kepada Belitong Ekspres, Selasa (16/2) kemarin.

Pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini kembali menegaskan, penimbunan khususnya LPG bersubsidi merupakan perbuatan melawan hukum. “Yakni melanggar Undang-Undang konsumen dan Migas,” tukasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan, Praktis Hukum Marihot Tua Silitonga SH MH. Mengenai adanya indikasi dugaan penimbunan yang dilakukan salah satu pangkalan, menurutnya harus dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Penimbunan dan penyimpanan yang tidak sesuai itu ada pidananya. Yakni diatur Pasal 55 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2001 Tentang Minyak Gas dan Bumi,” terang Marihot kepada Belitong Ekspres.

Untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan yang dilakukan oleh oknum-oknum, Marihot meminta kepada pihak Pertamina untuk terus melakukan pengawasan. “Harus dilakukan pengawasan intensif. Khususnya kepada pangkalan (mitra agen) mengenai stok gas yang ada di pangkalan. Sehingga jangan sampai adanya penimbunan,” pintanya.

Mengenai adanya antrian panjang di salah satu pangkalan gas beberapa hari lalu, Pemda Kabupaten Belitung juga harus turun tangan. Yakni menjual gas ke pangkalan dengan rata. “Sehingga tidak ada penumpukan massa berlebihan. Jika ada penumpukan, maka pihak Pangkalanbun harus menegur, dan menyuruh untuk jaga jarak,” tandasnya.

Sementara itu, Kasatgas Pangan Kabupaten Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti jika ada laporan mengenai adanya dugaan penimbunan LPG 3 Kg. Termasuk dari Pertamina.

Sebelumnya, PT Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dugaan penimbunan LPG subsidi 3 Kg di salah satu gudang kawasan Jalan Gatot Subroto, Tanjungpandan, Sabtu (13/2) akhir pekan lalu.

Benar saja, dalam sidak yang dipimpin Sales Brand Manager (SBM) IV Sumsel Babel Mohammad Agung, ditemukan ribuan tabung LPG di dalam Gudang milik Afa. Namun saat wartawan hendak mengambil gambar, dilarang oleh istri sang pemilik gudang.

Setelah mengetahui adanya barang tersebut, pihak Pertamina meminta kepada pemilik gudang untuk membawa ribuan tabung LPG ke tempat agen. Hingga akhirnya, Gas Melon itu dibawa ke gudang agen yang berada di kawasan Perawas, Tanjungpandan.

Hingga akhirnya keesokan harinya, LPG bersubsidi 3 Kg tersebut didistribusikan kepada masyarakat dengan harga Rp 16 ribu per tabung. “Jika seandainya ada tindaklanjut dari Pertamina dan itu dilaporkan ke polisi, kami siap,” ungkap pria yang juga menjabat Kasat Reskrim Polres Belitung. (kin)