Adipura Kota Koba, Mendidik Warga Selawang Segantang Dengan Budaya Hidup Bersih

by -

Oleh: Riswardi, M. Pd.
Ketua FKPT Babel; Ketua Komite SDN 4 Pangkalan Baru

RABU, 2 Agustus 2017 adalah hari yang sangat bersejarah bagi masyarakat Negeri Selawang Segantang, khususnya warga Kota Koba karena pada hari itulah Presiden RI Joko Widodo menyerahkan secara langsung Piala Adipura yang merupakan anugerah tertinggi dalam pencapaian prestasi di bidang lingkungan hidup kepada Bupati Bangka Tengah, Ir. H. Ibnu Saleh, MM di Jakarta.

KEISTIMEWAAN ini semakin lengkap karena diterima sehari setelah peringatan HUT Kota Koba ke-163 yang dilaksanakan tanggal 1 Agustus 2017 dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Kota Koba sejak Bangka Tengah menjadi Kabupaten tahun 2003. Artinya, ada rentang waktu 14 tahun untuk menorehkan prestasi gemilang. Tentu saja euphoria kemenangan atas prestasi ini menjadi wajar dirasakan oleh seluruh anak negeri. Namun, jauh lebih utama di atas euphoria itu adalah bagaimanakah seluruh masyarakat menyadari arti pentingnya Adipura bagi sebuah kota beserta seluruh warganya saat ini dan di masa yang akan datang.

Menilik sejarahnya, Adipura adalah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Program Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Program ini dilaksanakan sejak 1986. Pengertian kota dalam penilaian Adipura bukanlah sebuah daerah yang otonom, akan tetapi bisa juga bagian dari wilayah kabupaten yanhg memiliki karakteristik sebagai daerah perkotaan dengan batas-batas wilayah tertentu. Kategori Adipura dibagi dalam 4 kategori berdasarkan jumlah penduduk,
yakni: kategori kota metropolitan (berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa0; kota besar (berpenduduk 500.001-1.000.000 jiwa), kota sedang (100.001-500.000 jiwa); dan kota kecil (berpenduduk sampai dengan 100.000 jiwa). Adapun criteria Adipura terdiri atas 2 indikator utama, yakni: indicator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota dan indicator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap (Wikipedia, diakses Agustus 2017).

Dari kajian dinamika pembangunan daerah, raihan Adipura jelas merupakan fakta keberhasilan kepala daerah beserta jajarannya, terutama Camat, Badan Lingkungan Hidup Daerah, serta organisasi perangkat daerah pendukung lainnya. Adipura adalah titik kulminasi atas pencapaian komitmen bersama antarberbagai stake holder untuk merancang sebuah kebersamaan dalam kepedulian terhadap kebersihan kota secara fisik dan nonfisik.

Sejatinya, sebuah kota memang dirancang berdasarkan kebutuhan daerah yang wajib memperhatikan tata ruang, baik ruang public, ruang pemerintahan/perkantoran, ruang keusahaan (industri), ruang jasa, serta ruang terbuka hijau. Bicara pembangunan dan pengembangan kota pasti akan bicara tentang tata kota yang jauh-jauh hari sudah harus mengakomodir berbagai kebutuhan space serta pengembangan lanjutannya. Dengan kondisi ini, sebuah kota yang dibentuk sudah sepantasnya menempatkan aspek tata ruang yang berdampingan dengan aspek pengelolaan lingkungan, termasuk di dalamnya upaya penataan kebersihan dan kerapian lingkungan.

Ada dua aspek utama yang harus menjadi perhatian para pihak terkait perolehan Adipura Kota Koba. Pertama, Adipura Kota Koba adalah keberhasilan seluruh elemen di jajaran pemerintahan Kota Koba dalam kebersamaan menjaga kebersihan kota. Pada tataran ini, tampak bahwa bagi warga Kota Koba kebersihan bukanlah semata-mata perkara membuang sampah pada tempatnya, namun lebih dari itu adalah sebagai kebutuhan hidup utama. Kota yang tidak kotor ditambah tata lingkungan yang buruk akan berdampak secara fisik dan psikis bagi warganya.

Sampah yang berserakan akan mengundang penyakit. Sampah yang dibuang di sungai dan aliran air akan menyumbat saluran sehingga berkontribusi terhadap upaya penangan bencana banjir. Pengelolaan ruang terbuka hijau yang buruk dan tanpa kendali yang ketat oleh masyarakat dan dinas terkait (Dinas Kebersihan/Pertamanan) jelas akan menambah beban psikis warga dalam beraktivitas. Pada level ini jelaslah bahwa warga kota membutuhkan kota yang bersih dan tertata untuk memastikan pemenuhan aspek fisik dan psikis mereka dalam beraktivitas.

Aspek kedua yang sebenarnya jauh lebih penting dari perolehan Adipura Kota Koba adalah bagaimanakah prestasi ini mampu dan berhasil mengubah minset (pola pikir), sikap, dan kebiasaan hidup masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan termasuk di dalamnya menjaga kerapian lingkungan. Tantangan Adipura Kota Koba yang jauh lebih dahsyat adalah bagaimanakah upaya kita dalam mendidik masyarakat Negeri Selawang Segantang yang tersebar di 5 kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Pangkalan Baru, Kecamatan Namang, Kecamatan Lubuk Besar, Kecamatan Simpang Katis, dan Kecamatan Sungaiselan, terutama warga yang berdomisili di kelurahan, desa, hingga dusun/kampung untuk menjadikan jargon budaya hidup bersih sebagai budaya daerahnya. Adipura Kota Koba adalah langkah awal bagi raihan “Adipura Kecamatan-Kecamatan” di Bangka Tengah. Karena itu, pemerintah daerah beserta jajarannya perlu mensosialisasikan budaya hidup bersih yang merupakan roh Adipura Kota Koba kepada seluruh elemen warga hingga ke pelosok-pelosok. Atau kalau didukung anggaran dan kebijakan, tidaklah mustahil bila digelar juga “Program Adipura” khusus bagi kecamatan-kecamatan di Bangka Tengah.

Terakhir, yang tidak dapat diabaikan adalah bagaimanakah menanamkan budaya bersih bagi anak-anak sejak usia dini. Di sinilah, peran dan kedudukan Dinas Pendidikan menjadi mengemuka. Kurikulum pendidikan kita tidak saja cukup hanya menanamkan bekal pengetahuan dan keterampilan hidup bagi para peserta didik, namun juga perlu menanamkan bekal budaya hidup bersih sebagai bagian dari kompetensi dirinya. Agama Islam jelas mengajarkan dan menganjurkan melalui kalimat “Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Dengan doktrin ini, jelas ada sebuah kewajiban bagi para pendidik dan juga seluruh warga untuk mendidik anak-anak tentang kebersihan dan mempraktikkan budaya bersih senyata-nyatanya dalam keseluruhan aspek kehidupan. Selamat atas Adipura Kota Koba. Yo kite jadikan budaya bersih sebagai budaya masyarakat di Negeri Selawang Segantang mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal yang kecil, dan mulai sekarang serta untuk selamanya.***