Ahmadiyah Sungailiat Jadi Perhatian Polda

by -

PANGKALPINANG- Kepala Biro Operasi (Karo-Ops) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kombes Pol Herry Nixon memberikan Arahan Teknis terkait pelaksanaan kegiatan yang diprediksi muncul di wilayah hukum Polda Babel selama Ramadhan 1437 Hijriyah. Ia pun membeberkan Analisa dan Evaluasi (Anev) sebagai gambaran langkah yang tepat sehingga siap dihadapi personil jajaran dilapangan.

“Arahan ini agar personil bertindak sesuai apa yang diperintahkan pimpinan, sehingga mereka tak mengambil tindakan secara sendiri-sendiri melainkan langkah yang sudah kita tentukan. Ada 6 poin arahan pimpinan yang wajib diketahui, dimengerti, dipahami dan dilaksanakan personil dilapangan,” terangnya

Pertama, melakukan Kroscek Pengiriman Anev Laporan Bulanan (Lapbul) Gangguan Kamtibmas sesuai format Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 7 Tahun 2009 guna Rekapitulasi Data Akurat pada Biro Ops Polda Babel.

Kedua, menyikapi kasus SARA yaitu penolakan terhadap Jemaah Ahmadiyah di Srimenanti Sungailiat agar dilakukan langkah-langkah pemberian perlindungan atas Hak Warga Negara, hadirkan Negara sehingga jangan terjadi pembiaran adanya penolakan dan pengusiran pada Jamaah Ahmadiyah, laksanakan pengamanan dengan kekuatan yang cukup serta berkoordinasi dengan Forkopimda agar kasus itu tak berkembang menjadi konflik terbuka.

Ketiga, menyikapi kasus penolakan terhadap kelompok Gafatar yang dinilai menyimpang dari ajaran Agama agar dilaksanakan langkah-langkah melakukan monitoring aktifitas Gafatar dengan pendekatan pada pimpinan Gafatar untuk tak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat, laksanakan Deteksi Dini atas aktifitas masyarakat yang berpotensi menolak keberadaan Gafatar agar tak bertindak yang menjurus aksi Anarkis.

Keempat, mengantisipasi kasus Intoleransi yang bisa berkembang menjadi konflik terbuka dikewilayahan dengan melakukan langkah-langkah memberi pengamanan secara maksimal untuk tak membubarkan bila ada kegiatan Keagamaan, waspadai dan mendeteksi dini usaha provokasi pihak tertentu sehingga dapat dilaksanakan upaya pencegahan secara tepat dan cepat, berdayakan Tim Terpadu hingga kasus Intoleransi tak muncul kembali, tindak tegas dan proses sesuai hukum yang berlaku atas oknum masyarakat yang terbukti melanggar, bila terjadi kasus Intoleransi maka lakukan Evaluasi.

Kelima, mengantisipasi Minuman Keras (Miras) Oplosan yang mengakibatkan korban Meninggal Dunia, maka lakukan langkah-langkah pendeteksian dan pemetaan terhadap lokasi penjual Miras Oplosan, lakukan Razia secara berkala pada lokasi peredaran Miras dan tempat-tempat umum yang disinyalir terdapat penjualan Miras Oplosan, lakukan penegakan hukum secara Proporsional dan Profesional atas para pelaku namun tetap menjunjung tinggi HAM.

Keenam, melakukan langkah minimalisir terjadinya kasus Curas Bersenpi diwilayah hukum Polda Babel dengan melaksanakan pemetaan dan deteksi dini atas kemungkinan adanya tempat-tempat yang diduga menjadi markas persembunyian para pelaku, laksanakan tindakan penegakkan hukum secara tegas dan terukur terhadap pelaku yang kedapatan memberi perlawanan pada petugas, menggiatkan peran Bhabinkamtibmas untuk senantiasa memberdayakan Kelompok Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Adat agar turut serta berperan aktif membantu Polri.(Lay)