Ahok Datangkan Dul dul dan Fitri

by -

GANTUNG – Saat berkunjung ke kediaman keluarga Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok, di Jalan KA Bujang Desa Lenggang Kecamatan Gantung, ada sesuatu yang menarik, tempat ini biasa dikenal dengan sebutan Kampung Ahok. Pasalnya di tempat tersebut ada dua ekor keledai poni tampak di berada di halaman samping dan terkadang terdengar ringkikannya.

Rencananya dua keledai tersebut akan menjadi objek wisata baru di Kampung Ahok dan menjadi hewan perdana untuk pembuatan kebun binatang (Bonbin) mini (mini zoo).

Keledai jantan dan betina dengan tinggi kurang lebih 80 cm, ini diberi nama Dul-Dul dan Fitri. Nama-nama ini sengaja dipilih dikarenakan keledai ini pemberian kerabat pangeran Dubai Uni Emirat Arab, dan kedatangannya ke Pulau Belitung bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

“Keledai kan salah satu binatang kesayangan Nabi. Terus kebetulan warga kita kan banyak yang belum pernah lihat keledai, jadi kita bawa ke sini. Namanya juga sengaja kita ambil karena datang tepat pas Idul fitri,” jelas Adik Ahok, Harry T Purnama, Kamis (22/7) kemarin.

Harry yang akrab dipanggil Aban ini mengatakan, Dul-Dul dan Fitri ini sengaja didatangkan dari tempat penangkarannya di Cibubur Jawa Barat untuk menjadi objek wisata baru di Kabupaten Beltim. Keledai berumur 2 dan 1,5 tahun ini akan juga dikembang-biakkan dan akan menjadi atraksi wisata bagi wisatawan dan masyarakat yang berkunjung ke kediaman keluarga Ahok.

“Mudah-mudahan nantinya keledai-keledai ini akan meramaikan bursa pariwisata kita. Mereka ini kan juga merupakan hewan peliharaan yang butuh dimanja. Para wisatawan dan warga nanti bisa berinteraksi, berfoto, membelai dan mengelus mereka, asal jangan digebukin saja,” canda Aban.

Aban mempersilahkan siapa pun melihat keledai tersebut, namun untuk saat ini Ia belum memperbolehkan keledai untuk dinaiki, mengingat kondisi mereka yang harus menyesuaikan dengan iklim yang ada di Belitung.

“Silahkan siapa saja boleh datang ke sini melihat Dul-Dul dan Fitri, gratis kok. Cuman mohon maaf kalau untuk sekarang kayaknya belum bisa dinaikin soalnya harus menyesuaikan dengan kondisi di sini,” sambungnya.

Sementara itu Bupati Beltim, Basuri T Purnama berharap hadirnya keledai di kediaman keluarganya akan membuat wisatawan jadi lebih betah berkunjung ke Kabupaten Beltim.

“Jadi prinsipnya adalah bagaimana menciptakan terus tempat-tempat, lokasi pariwisata yang dapat membuat wisatawan betah dan membuang waktu di sini. Jangan sampai mereka merasa bosan dan enggan datang kembali  karena disuguhi hal-hal itu-itu saja,” sebut Basuri.

Ia mengatakan sedang mengupayakan agar bisa mendirikan kebun binatang mini di Kabupaten Beltim. Saat ini Ia sedang melobi kepala desa untuk mencarikan tempat bagi kebun binang tersebut. Dana pembangunan untuk kebun binatang tersebut merupakan kerjasama dengan Dubai dan keluarga Basuri.

“Di Belitung ini kan banyak hewan-hewan eksotis orisinil, yang bisa kita jadikan koleksi, pelile’an (tersius) pelanduk (kancil), burung elang khas sini dan lain-lain. Ini bisa padukan dengan koleksi hewan unik seperti keledai, kambing joget dan lain-lain. Nantinya kita akan kerjasama dengan Dubai untuk pembangunan kebun binang ini, jadi bisa meningkatkan hubungan baik kita,” tutup Basuri. (feb)