Ajuin Divonis 2 Tahun 8 Bulan Penjara

by -

*Puluhan Pendukung Ajuin Padati Ruang Sidang

TANJUNGPANDAN-Ajuin, terdakwa kasus pemalsuan surat tanah di Sijuk, akhirnya dijatuhi vonis dua tahun delapan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Vonis ini disampaikan majelis hakim pada Sidang yang dilangsungkan di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Kamis (3/12) kemarin.

Sidang yang terbuka untuk umum ini dipimpin Hakim Ketua Ronald Salnovri SH MH, didampinggi Hakim Anggota Ferdinaldo SH MH dan Narendra SH MH. Puluhan warga dari Sijuk nampak memberikan dukungan kepada Ajuin. Meski ada sekumpulan warga pendukung Ajuin, Sidang berjalan dengan lancar.

Hakim Ketua Sidang kasus ini mengatakan, setelah menimbang dari keterangan saksi-saksi dan barang bukti, terdakwa Ajuin dinilai bersalah melanggar Pasal 236 Ayat 2 tentang Penggunaan Surat Palsu. “Di mana dalam Pasal itu dijelaskan, barang siapa dengan sengaja menggunakan surat palsu seolah-olah sejati demi keuntungan, maka diancam pidana paling lama enam tahun,” katanya.

Dijelaskan Ronald, sebelumnya Kejaksaan Negeri Tanjungpandan menuntut melalui Jaksa Penuntut Umumnya Robby Arfan dan Hendra Catur dengan pasal tersebut, namun hukumannya empat tahun penjara.

“Maka dari itu, kita putuskan terdakwa Ajuin, dihukum dua tahun delapan bulan penjara. Hal-hal yang memberatkan, terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Namun, hal yang meringankan, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dan tidak pernah dihukum serta terlibat tindak pidana kriminal,” pungkasnya.

Menanggapi putusan itu, Ajuin melalui penasehat hukumnya Mart Lumumba SH mengatakan, dirinya atas putusan ini ia memilih untuk mengajukan banding. “Kita, ajukan Banding,” katanya di hadapan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum.

Sementara itu, menanggapi banding dari pihak Ajuin, Jaksa Penuntut Umum perkara kasus ini Catur Hendra dan Robby Arfan memiliki pikir-pikir. “Kita pilih pikir-pikir dalam waktu seminggu,” ujar Robby Arfan.

Seperti diberitakan, sebelumnya, ratusan warga Tanjungbinga Sijuk menggelar aksi demo di Gedung Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Tanungpandan. Massa menuntut Ajuin dibebaskan karena tak beraslah dalam masalah pemalsuan surat tanah.(kin)