Akhir Aksi Penipu Komplotan Kakek, Ada Target di Tanjungpandan?

by -
Akhir Aksi Penipu Komplotan Kakek,  Ada Target di Tanjungpadan?
Tersangka kakek Budiman Cs (73) yang telah diamankan Satreskrim Polres Bangka.

belitongekspres.co.id, BANGKA – Aksi kakek Budiman Cs (73) berakhir sudah. Otak aksi penipuan toko emas dan toko obat di Kabupaten Bangka dan Bangka Barat itu nyaris berlanjut di sejumlah toko di Kabupaten Belitung. Namun, keburu diciduk tim opsnal (Buser) Satreskrim Polres Bangka berkoodinasi dengan Rekskrim Polres Belitung.

Dalam aksinya, kakek Budiman yang warga asal Pluit, Jakarta itu beraksi bersama dua rekannya Hans Wijaya (55) dan Lie Jun Tjong Alias Ayun (45) warga Jakarta Barat. Awalnya pada hari Kamis (14/10) ketiga tersangka melakukan aksi penipuan tersebut di wilayah Muntok, Bangka Barat dengan membeli obat-obatan tradisional senilai lebih kurang Rp30 juta.

“Pas kita tiba di Muntok, kita langsung mantau di pasar, setelah ketemu Toko yang menjadi sasaran, kita langsung bagi tugas. Ada yang bagian mantau toko, ada yang bertugas sebagai penelepon dan satu orang lagi yang eksekusi,” ungkap Budiman di Mapolres Bangka, Selasa (20/10) usai diboyong dari Tanjungpandan.

Dari tangan Budiman cs polisi yang melakukan penangkapan dipimpin Kanit Opsnal Ipda Judit dan Kanit Tipidter Ipda Danna Hartanto berhasil mengamankan barang bukti yang belum sempat dijual. Budiman membeberkan, mereka bertiga memilik peran masing-masing dalam aksi penipuan TKP lintas kabupaten ini.

Tiap kali menemukan toko yang menjadi target mereka langsung menghubungi pemilik toko lewat telepon selular. Puluhan kartu perdana selular pun ditemukan dengan berbagai provider dari tangan tersangka ini.

Saat menelepon pihak toko, mereka menawarkan pembelian dengan sistem bayar di tempat. Setelah mendapatkan barang yang diinginkannya lalu membayarnya dengan menggunakan cek.

Apes bagi pihak toko, ternyata cek yang diberikan itu tak bisa dicairkan karena merupakan cek palsu. Kejadian pertama di Muntok sempat dilaporkan korban ke Polsek Muntok, Bangka Barat.

Saat berhasil menipu di Muntok ketiga tersangka sempat kabur ke Pangkalpinang menggunakan mobil rental. Lalu beraksi di Sungailiat pada Kamis (15/10) pada sebuah toko emas yang berhasil menggasak logam emas 100gram.

“Di toko emas Sungailiat saya tanya lewat telepon mau nggak pembayaran pakai cek. Setelah setuju barulah kita bertiga beraksi, kita ketemu sama pemilik toko di Pasar Sungailiat, setelah dapat barang yang kita inginkan kita langsung pergi ke Pangkalpinang,” sebut Budiman.

Pemilik toko emas di Sungailiat baru sadar tertipu setelah beberapa jam kemudian. Cek palsu senilai Rp96 juta rupiah tidak bisa dicairkan yang kemudian pihak toko melapor ke Polres Bangka hingga tim buser bergegas melakukan penyelidikan.

Ciri-ciri identik ketiga pelaku yang didapat kemudian diketahui kabur ke Tanjungpandan. Saat dikejar, ketiganya tertangkap saat berada di sebuah hotel Tanjungpandan. Sejumlah barang bukti berupa cek palsu bank BCA, Mandiri ikut ditemukan. Termasuk beberapa ponsel untuk menghubungi pihak toko.

Tak hanya itu, obat dengan harga jutaan hasil penipuan pun ditemukan. Ada juga sebuah catatan pada kertas yang memuat nama-nama toko di Tanjungpandan sebagai target aksi selanjutnya.

Budiman mengaku mendapat ide tersebut karena tak memiliki pekerjaan dan menggunakan hasil penipuan untuk berjudi. Dipilihnya emas dan obat Pien Zhe Huang karena fisiknya yang kecil sehingga mudah membawanya. Mengenai cek palsu ia mengaku mendapatkannya dari Jakarta.

Kini ketiganya sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Bangka guna penyelidikan lebih lanjut. Kanit Buser Polres Bangka Ipda Judit menyatakan ketiga tersangka terkait kasus penipuan atau penggelapan atas aksinya tersebut.

“Ketiga tersangka yang merupakan kasus tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 378KUHP dan atau pasal 372 KUHP. Kejadiannya di wilayah Sungailiat dan Muntok,” sebut Ipda Judit membenarkan penangkapan Budiman cs, Selasa (20/10). (trh)