Akhir Perjalanan Sang Buronan, Diciduk di Rumah Janda Kampit

by -
Akhir Perjalanan Sang Buronan, Diciduk di Rumah Janda Kampit
Polisi saat mengamankan Sahril dan Kekasihnya saat berada di Polsek Kampit.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Hampir 1 bulan menjadi buronan kasus penganiayaan, petualangan Sahril (25) pun berakhir. Ia berhasil diringkus Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan saat berada di rumah janda di kawasan Kelapa Kampit, Belitung Timur, Selasa (4/8) malam.

Sebelum diamankan polisi, Jajaran Polsek Tanjungpandan mendapat laporan dari korban atas nama Prasetyo (23) Warga Kerjan Air Merbau. Ia mengaku telah dianiaya oleh tersangka di Lapangan Sepakbola Kerjan, 11 Juli 2020 lalu.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma mengatakan, saat itu korban dan tersangka berboncengan dengan menggunakan motor. Tersangka yang membonceng dan korban dibonceng.

Setiba di lokasi terlibat cekcok antara keduanya. Itu disebabkan lantaran korban dalam kondisi mabuk, usai mengkonsumsi miras. Setelah itu, tersangka menghentikan laju motornya dan terjadilah pertengkaran.

Hingga akhirnya, tersangka memukul parang yang dibawanya ke bagian kepala korban. Usai melakukan aksinya, Sahril kabur meninggalkan korban, dan lari ke rumah janda yang dipacarinya.

“Akibat pukulan parang itu, korban mengalami luka cukup parah di bagian kepalanya. Bahkan dokter menyarankan untuk operasi. Namun karena tidak ada biaya, korban hanya pengobatan jalan,” kata Ipda Made, Rabu (5/8).

Selang beberapa hari usai kasus penganiyaan berat ini, korban melaporkan ke Polsek Tanjungpandan. Menerima laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan pencarian terhadap Sahril.

Selama melakukan pencarian kurang lebih tiga pekan, akhirnya Polsek Tanjungpandan mendapat informasi keberadaan tersangka di Beltim. Perburuan dilakukan dan berkoordinasi dengan Polsek Kelapa Kampit.

“Setelah berkoordinasi, akhirnya kita datangi rumah sang kekasihnya. Disitu kita grebek, dan kami menemukan tersangka saat bersama kekasihnya,” ungkap pria asal Bali ini.

Atas perbuatannya, Polsek Tanjungpandan menjerat tersangka dengan Pasal 351 Ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Penganiayaan Berat. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.

“Untuk barang bukti yang kami amankan yakni, parang yang digunakan tersangka saat memukul korban. Dan motor milik tersangka. Saat ini kita masih melakukan penyidikan terhadap tersangka,” ungkapnya.

“Dari pengakuan tersangka, dia mengakui perbuatannya. Pada saat dia kabur, tersangka bersembunyi di kediaman kekasihnya. Bahkan tidak pernah keluar,” pungkasnya. (kin)