AKP Noval: Maksud Kenaikan Tarif Bukan pada PKB

by -

*Harus Bayar Pajak Dua Sampai Tiga Kali Lipat, itu Pemahaman Keliru

belitung-edisi-07-januari-2017-noval
Kasatlantas Polres Belitung, AKP Noval Nanusa Gegoh Desky

TANJUNGPANDAN-Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 2016 tentang Perubahan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), ternyata menimbulkan keresahan baru. Pasalnya banyak masyarakat yang mengira harus bayar pajak dua sampai tiga kali setiap tahunnya. Padahal bunyi PP tersebut tidak mengatakan demikian. Akan tetapi, untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), lebih tepatnya balik nama kepemilikan pada kendaraan.

“Maksud kenaikan tarif dalam PP Nomor 60 Tahun 2016 itu, bukan pada Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang naik dan itu sangat jelas dan dapat dilihat pula dari judulnya PNBP. Jadi jangan disalah artikan maupun dikaitkan dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB),” tegas, Kasatlantas Polres Belitung, AKP Noval Nanusa Gegoh Desky kepada Belitong Ekspres, Jum’at (6/1).

Kasatlantas sangat menyesalkan terjadinya kekeliruan ini. Sebab, cukup banyak masyarakat yang mengira harus membayar lebih dari satu kali dalam setahun. Tadinya hanya membayar Rp 250 ribu, tiba-tiba ketika beredarnya informasi tersebut, dikira harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 500 Ribu hingga Rp 700 ribu.

“Sebenarnya infografik yang diterbitkan pihak kepolisian sudah sangat jelas, didalamnya menyebutkan apa saja tarif yang naik. Namun tidak bisa dipungkiri, memang masih ada sebagian orang yang bingung. Lantas, untuk lebih mudah memahaminya, mari kita buka STNK dan Surat Ketetapan Pajak Daerah yang kita miliki,” pesan AKP Noval.

Lebih jauh AKP Noval menjelaskan dalam PP nomor 60 tahun 2016 itu memang terdapat lima poin. Di antaranya BBN-KB, PKB, Asuransi Jasa Raharja (SWDKLLJ), biaya Administrasi STNK, dan biaya administasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNBK). Khusus untuk PKB tidak ada kenaikan tarif biaya.

“Jika kendaraan kita ingin di balik nama, tentu ada biaya biaya Administrasi STNK. Penerbitan STNK itu dibayar setiap lima tahun sekali, semula biayanya Rp. 50 ribu menjadi 100 ribu dan itu untuk roda dua dan tiga. Sementara, untuk roda empat atau lebih naik dari 75 ribu menjadi 200 ribu,” jelasnya.

Selain itu, kata AKP Noval ada pula biaya stempel Pengesahan STNK, semula digratiskan dan sekarang dikenakan biaya Rp. 25 ribu untuk roda dua dan tiga. Sedangkan roda empat atau lebih dikenakan sebesar 50 ribu dibayar setiap tahun. Lantas untuk administrasi TNBK, tepatnya biaya ganti plat nomor baru setiap lima tahun sekali itu, mengalami sedikit kenaikan.

“Awalnya untuk roda dua dan tiga itu Rp. 30 ribu, sekarang menjadi Rp. 60 ribu. Lantas, roda empat atau lebih juga demikian, dari Rp. 50 ribu menjadi Rp. 100 ribu. Dari beberapa rincian yang saya sebutkan tadi tidak ada menunjukkan kata-kata harus membayar dua hingga tiga kali biaya itu,” tandasnya.

(mg2)