AKSARA (ANTI HOAX SELAMATKAN NEGARA)

RajaBackLink.com

Oleh : NERI NUR ANIZA
Siswa Kelas Beasiswa PT. TIMAH, Tbk SMA Negeri 1 Pemali

“karena kabar hoax dibuat oleh orang jahat, disebarkan oleh orang bodoh, dan dipercayai oleh orang idiot”
( HENDRA GUNTARA )

Berbicara mengenai mau dibawa kemana Indonesia ke depan? Tentu kita tahu jawabannya pasti bergantung pada generasi sekarang. Kita ketahui generasi muda saat ini yang berada pada revolusi industri 4.0 atau yang lebih dikenal dengan generasi MILENIAL sebagai pemegang estafet kepemimpinan negara ke depan.

Generasi milenial sebagai penerus diharapkan bisa menjadi generasi berkualitas didasari sifat yang mencerminkan layaknya seorang pemimpin yang bijak dalam segala hal. Dituntut lebih kreatif, produktif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif. Peduli kepada negara dan memberikan sumbangsih positif kepada khalayak umum. Tak kalah penting mampu menyesuiakan diri pada kondisi yang terjadi saat ini.

Namun, faktanya generasi milenial yang sekarang hidup di era kecanggihan teknologi yang semakin modern, justru memanfaatkan teknologi secara kebablasan/ tidak bijak. Misalnya, penggunaan media sosial (medsos) dengan kelabilan yang masih melekat dalam diri hakikatnya seorang remaja. Media dalam cakupan internet seperti facebook, twitter, instagram dan media sosial lainnya sangat memudahkan jangkauan akses informasi ataupun berita dari belahan negara manapun dengan cepat. Seperti yang terjadi di negara kita Indonesia.

Sekarang ini sedang marak-maraknya kabar kobong atau hoax terdengar dimana-mana, menimbulkan fitnah yang tak seharusnya mewabah. Tak jarang kita dapatkan kabar dimedia massa atau media sosial yang kita sendiri tidak tahu dari mana berita itu berasal dan benarkah berita itu nyata. Disini, bukannya menjadi penengah dan pembawa kebenaran, malah sebagian besar generasi muda ikut sibuk menyebarluaskan berita bohong dimana-dimana, tidak memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya jika berita bohong tersebut semakin menyebar.

Baca Juga:  Reformasi, Sebuah Sejarah yang Terpasung (catatan tak bertepi dari sudut kampus)

Dampak dari hal tersebut akan menyibukkan aparat keamanan atau lembaga yang bertugas dalam menyelesaikan masalah yang tersebar dalam berita hoax tersebut untuk segera menangani kasus yang terjadi. Bukannya mudah untuk mencari suatu solusi jika harus dikerjakan secara terburu-buru, begitulah kiranya mereka yang bertugas dalam menangani masalah. Akibat dari penyebaran berita hoax ini juga membuat beberapa nama baik tercoreng, tempat kejadian perkara menjadi viral dan dianggap kurang baik, dan adanya pemalsuan identitas yang berujung pada tindak pidana.

Hal tersebut akan menjadi rumit jika memang sudah tersebar luas dan tetap saja sedikitnya akan dikenang walaupun nantinya diketahui sebagai berita bohong. Mungkin bagi mereka generasi milenial yang labil, ikut menyebarluaskan berita itu dianggap peduli kepada keadaan yang terjadi, ikut serta dalam mencari solusi dan mungkin bisa membantu pihak yang berwenang untuk menyelesaikannya. Dan mungkin ada saja yang hanya ikut-ikutan karena teman yang lain juga menyebarkan berita yang sedang marak dibicarakan dan mereka merasa keren, gak ketinggalan zaman, dan gak kudet jika bisa ikut menyebar luaskan berita yang sedang menjadi buah bibir. Padahal hal tersebut malah akan membuat masalah baru dan memperunyam masalah yang ada.

Bukannya tidak boleh dan melarang menyebarkan berita dalam media sosial, namun seharusnya kita sebagai generasi milenial bisa menyaring terlebih dahulu dari manakah sumber sebuah berita muncul, siapa yang meng-upload berita tersebut dan apakah benar berita yang muncul itu fakta dan ada buktinya. Terapkanlah prinsip tidak mudah percaya pada suatu kabar jika belum dipastikan kebenarannya, budayakan membaca info hingga akhir sebelum menyimpulkan secara keseluruhan, jadikan literasi sebagai kebutuhan dan biasakan bisa jadi penengah dalam suatu masalah.

Baca Juga:  Muatan Kewilayahan SMK Menuju Peningkatan Pariwisata Daerah

Sebagai generasi milenial, memang mereka bimbang karena lalai sedikit maka akan disalahkan dan sekali membuat kesalahan maka hal tersebut akan selalu dikenang berkepanjangan. Jangan sampai generasi milenial dicap dan dikenal sebagai generasi penyebar hoax dan akan melukiskan dalam sejarah baru bahwa generasi milenial tidak patut dicontoh bahkan tidak pantas menjadi generasi Indonesia.

Jika hanya dalam hal sepele yang berakibat buruk, seperti ikut menyebarkan berita hoax yang belum pasti kebenarannya, akan membuat generasi milenial dicap dan dipandang sebelah mata oleh generasi sebelum dan sesudahnya, maka bagaimana dengan suatu hal yang akan terjadi kedepannya yang berawal dari hal kecil namun berujung pada akibat yang fatal. Dan jangan biarkan Indonesia negara kita tercinta terabaikan, tidak diperdulikan bahkan dilupakan oleh generasi milenial yang sekarang ditunjuk sebagai penuntun ke arah yang bisa menyelamatkan, memajukan, dan membesarkan nama Indonesia.

Indonesia masih punya mimpi, dan di balik mimpi itu kita percaya bahwa Indonesia masih punya generasi milenial yang sebenarnya ada untuk kemajuan negara, kita yakin mereka juga pastinya berpikir bagaimana nasib bangsa ini, dan sesungguhnya mereka bertekad untuk membawa nama baik Indonesia ke kancah dunia. Yang kita harapkan mungkin sama dengan yang mereka, generasi milenial harapkan juga. Intinya percayalah saat ini kita generasi milenial pasti bisa memajukan negara, perangi hoax dan cepat bertindak. Bersatu demi nama bangsa demi tanah air kita Indonesia jaya.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply