Aksi dan Reaksi

by -

Aksi adalah suatu media untuk menyampaikan pendapat orang banyak. Sepanjang tidak anarkis aksi dalam negara demokrasi sah-sah saja. Aksi juga suatu bentuk komunikasi massa yang tersumbat entah karena hukum yang belum menyelesaikan banyak hal yang mustahak misalnya. Aksi berpangkal dari ketidakpuasan terkait apa saja.

Reaksi adalah tanggapan pemerintah terhadap aksi yang dilakukan rakyatnya. Tanggapannya bisa positif dengan memberi izin misalnya bisa juga negatif misalnya membubarpaksakan kalau tetap melancarkan aksi.

Aksi 313 misalnya ternyata menyita perhatian besar dari jajaran Polri, Mapolda Metro Jaya. Koordinasi terus dilakulan hingga kemarin. Namun, sayangnya, aksi tersebut bertepuk sebelah tangan. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan tidak memberi restu kepada panitia pelaksana aksi 313.

Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin kepada pelaksana untuk aksi 313. Pelaksana yang dimaksud adalah Forum Umat Islam (FUI).  Dia memaparkan alasan mengapa pihaknya bersikap begitu. Menurut dia, aksi 313 terbagi menjadi dua titik dan kegiatan.

Titik pertama, aksi dilakukan di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, dengan kegiatan Salat Jumat. Titik kedua, unjuk rasa di depan Gedung Istana Merderka, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. “Setelah Salat Jumat, massa bergerak (longmarch, red) ke Istana Merdeka untuk unjuk rasa,” papar Iriawan.

Iriawan menyebutkan, untuk kegiatan longmarch pihaknya kurang setuju. Dia mengatakan, pada masa kampanye, diharapkan tidak ada massa yang membuat kondisi sosial masyarakat menjadi kacau dan resah. Longmarch diperkirakan menganggu ketertiban umum.

“Bayangkan saja, banyak massa yang turun ke jalan. Apalagi, 313 dilakukan di hari efektif kerja alias weekdays. Masih banyak orang beraktivitas, bekerja, kuliah, atau apa pun itu,” jelas pria kelahiran Jakarta tersebut.

Namun, bila massa tetap ngeyel untuk longmarch, Iriawan memastikan bahwa petugas dapat membubarkan massa secara paksa. Lalu, terkait jumlah massa, hingga kemarin, pihaknya belum mengetahui berapa yang akan ikut dalam aksi.  Pihaknya juga memantau pergerakan massa dari luar DKI.

Meski tidak memberi izin, Iriawan mengklaim bahwa pihaknya telah mempersiapkan pengamanan. Dia bakal mengerahkan personel hingga ribuan. Namun, untuk titik penempatan pengamanan, menurutnya Polri tengah membahasnya.  Koordinator Aksi dari FUI Bernard Abdul Jabbar mengatakan bahwa pihaknya ngotot untuk menggelar Aksi 313. Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari aksi tersebut.

Dia optimistis, aksi tersebut akan berjalan damai dan tidak ricuh. Nah, terkait jumlah massa, dirinya memperkirakan akan lebih dari 212. Yakni, 7 juta orang.  Pada Aksi 313 diperkirakan Habib Muhammad Rizieq Shihab akan hadir. Pernyataan itu dibenarkan Habib Novel Bamukmin dari anggota Front Pembela Islam. Novel mengatakan, si imam besar FPI tersebut diagendakan akan hadir.

Baik aksi maupun reaksi terlihat tidak lagi sejalan. Aksi adalah hak sedangkan reaksi sebenarnya adalah kewajiban aparat keamanan untuk mengamankan bila aksi berlangsung tidak sesuai koridor undang-undang. Belum lagi aksi terjadi suasana sudah panas. Adanya tekanan aparat keamanan untuk tidak menggelar aksi tampaknya tidak dipedulikan para pendemo. Sebab mereka merasa itu hak berdemokrasi.

Akarnya adalah penegakkan hukum dan keadilan. Selama kedua hal itu tidak terwujud karena ini dan itu dan sejuta kepentingan maka ketidakpuasan akan terus ada di mana-mana seperti bara dalam sekam. Sewaktu-waktu bisa menjadi api besar. Kita berharap jangan hal itu sampai terjadi. Pemerintah diharapkan lebih arif menangkap akar ketidakpuasan itu.**
Read more: opini aksi dan reaksi