Aksi Penipuan Kepsek Meluas

by -

*Korban Sudah Lapor Polisi, Modus Lewat SMS

TANJUNGPANDAN-Dugaan penipuan bermodus poyek  terhadap sejumlah kepala sekolah menengah pertama (SMP) dan MTs, ternyata sudah meluas. Jika sebelumnya disebut ada tiga kepsek yang nyaris tertipu, kini jumlah itu bertambah tiga sekolah lagi, sehingga semuanya ada enam kepsek yang hendak ditipu melalui pesan singkat SMS.
Informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, percobaan penipuan yang dilakukan oknum –oknum misterius itu muncul dengan iming-iming mendapatkan proyek dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung. Sayangnya, modus ini sudah terendus beberapa kepsek. Jadi akibat curiga, para kepsek langsung melaporkan ke dinas dan oleh pimpinan dinas diteruskan ke polisi.
“Ada lagi modus yang sama. Kalau kemarin nomor HP yang dipakai ini (0811843338,red). Sekarang nomor teleponnya sudah lain lagi. Dan nomor yang dipakai untuk menghubungi Kepsek ini (081282132626,red),” kata Kadindikbud Belitung Irfani Mauran kepada Belitong Ekspres Jumat (24/4), sore, kemarin.
Karena tak tahan dengan modus yang gencar dilancarkan oleh orang tak dikenal itu, mantan pendidik SMK Belitung ini, akhirnya Jumat (24/4) kemarin, resmi melaporkan ke sentra pelayanan pengaduan Polres Belitung. “Saya sudah lapor ke Polres sentra pelayanan pengaduan,” kata Irfani.
Irfani menuturkan, jika sebelumnya hanya ada tiga sekolah yang diteror dengan modus mendapatkan jatah proyek. Sekarang, justru bertambah dua sekolah lagi.  “Jika kemarin, hanya ada tiga sekolah yakni, MTs Negeri Tanjung Pandan, SMP Yaperbel dan SMP Negeri 3 Sijuk. Sekarang, sudah ada lagi SMPN 1 Badau, SMPN 1 Sijuk dan SMPN 2 Sijuk. Jadi, sudah ada lima sekolah yang mengalami aksi teror dengan modus yang sama,” tutupnya.
Seperti diberitakan BE, (24/4), kemarin, informasi ini bisa dijadikan peringatan bagi setiap pejabat daerah atau Kepala Dinas di SKPD Kabupaten Belitung agar senantiasa mawas diri. Pasalnya, belakangan, khusus di Kabupaten Belitung banyak sejumlah oknum tak dikenal memanfaatkan situasi dengan cara menggunakan modus yang mengatasnamakan diri sebagai Kepala Dinas.
Seperti pengakuan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung Irfani Mauran kepada Belitong Ekspres Kamis (23/4) kemarin di Kantor Dindikbud. Mantan pendidik SMK ini menuturkan, pada saat itu dirinya mendapat telepon dari Kepala Sekolah MTS dengan tujuan meminta kejelasan soal kebenaran adanya jatah proyek di Dindikbud oleh orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Kepala Dinas Pendidikan.(mg2)