Aktifis & LSM Lapor Kejati ke Ombudsman

by -

* Buntut SP3 PLTU Air Anyir

PANGKALPINANG– Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung  (Kejati Babel) kembali dilaporkan oleh LSM dan aktifis penggiat anti korupsi. Kali ini laporan  ditujukan kepada Ombudsman Babel terkait dugaan maldministrasi terkait penetapan tersangka korupsi proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Airanyir, kemarin (30/11).
Menurut koordinator LSM Persatuan Civitas Akademika Lintas Perguruan Tinggi Babel, Marshal, temuan adanya dugaan maladministrasi tersebut terdapat pada poin 2  dalam surat jawaban Kejaksaan Tinggi  tanggal 11 November 2015 dengan nomor B-1967/N.9/Hs.1/11/2015. Surat dari Kejaksaan Tinggi tersebut juga sekaligus sebagai surat balasan penolakan untuk memberikan salinan SP3 kepada LSM dan mahasiswa Bangka Belitung.
Adapun isi poin  surat tersebut menyatakan di poin 2: bahwa penyidik menghentikan penyidikan karena tidak terdapat cukup bukti maka penyidik memberitahukan hal tersebut kepada penuntut umum, tersangka atau keluarganya.
“Dari pernyataan dalam surat tersebut pada poin 2 menegaskan bahwa sudah ada tersangka dalam penyidikan. Padahal selama ini pihak Kejaksaan Tinggi tidak pernah menyatakan kalau dalam kasus tersebut sudah ada tersangka walau  sudah penyidikan. Bahkan media-media juga belum pernah memuat berita siapa tersangka dalam kasus tersebut, namun kenyataanya sudah ada tersangka,”  jelas Marshal kemarin usai pelaporan yang diterima langsung oleh kepala perwakilan Ombudsman Bangka Belitung, Jumli Jamaludin dan kepala bidang penerimaan dan penyelesaian laporan Aleksander Hebring.
Menurut Marshal, dalam  kasus ini ada 2 hal yang sedang dicermati yakni maladministrasi itu serta adanya dugaan kebohongan publik yang terjadi selama penyidikan.  Hal ini lah yang akan menjadi bahan utama untuk dilaporkan pada Ombudsman Bangka Belitung.  “Bukti surat sudah kita pegang, dan ini yang akan kita jadikan landasan laporan kita. Karena ini juga sekaligus sebagai ranah penyelidikan Ombudsman bukan komisi informasi daerah,” ungkapnya.
Sementara itu kepala perwakilan Ombdusman Bangka Belitung, Jumli Jamaludin mengaku akan segera mempelajari laporan LSM tersebut.  Laporan menurutnya sudah diterima tinggal diproses sesuai ketentuan yang berlaku pada Ombudsman. “Pada dasarnya siapapun melapor pasti  kita terima dan segera pelajari. Dari laporan tersebut juga kita akan memanggil dan meminta konfirmasi dari pihak Kejaksaan Tinggi,” tuturnya.(eza)