Aktivis Lingkungan Belitung Minta Mabes Polri Bongkar Mafia Tambang Ilegal

by -
https://belitongekspres.co.id/aktivis-lingkungan-belitung-minta-mabes-polri-bongkar-mafia-tambang-ilegal/
Ilustrasi.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Sejumlah aktivis lingkungan di Kabupaten Belitung mengapresiasi pihak Subdit V Dit Tipidter Bareskrim Mabes Polri untuk menindak tegas aktivitas tambang Timah Ilegal yang merusak kawasan Hutan Lindung (HL) di Kecamatan Membalong.

“Ini yang kita tunggu-tunggu adanya tindak kan tegas dari pihak penegak hukum. Kami berikan apresiasi kepada tim Subdit V Dit Tipidter Bareskrim Mabes Polri,” kata salah satu penggiat aktivis lingkungan Belitung Pifin Heriyanto kepada Belitong Ekspres, Selasa (27/4) kemarin.

Oleh sebab itu, dia berharap agar kasus tersebut dapat diusut sampai tuntas mulai dari penambangan, pembeli, penadah hingga kepemilikan dari alat berat. “Kami minta aparat penegak hukum untuk mengusut dan membongkar mafia tambang ini. Yang jelas biji timah tersebut lari ke siapa dan kemana,” tegasnya.

Dikatakan Telenk sapaan karibnya, aktivitas tambang timah Ilegal dan keberadaan alat berat di kawasan Air Buntar Desa Lassar, Kecamatan Membalong tersebut sudah jelas melanggar aturan dan Undang-Undang.

“Kami akan terus mengawal permasalahan ini hingga ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Dan kami sangat menyayangkan adanya aktivitas tambang di Belitung, apalagi Belitung sudah ditetapkan sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGG),” pungkasnya.

Sementara itu Kepala UPT Kehutanan Kabupaten Belitung Bambang mengatakan, awalnya tidak mengetahui kalau pihak Subdit V Dit Tipidter Bareskrim Mabes Polri datang untuk mengamankan aktivitas tambang timah ilegal di daerah Membalong.

“Sampai saat ini belum ada koordinasi dari pihak Polres Belitung ataupun Mabes Polri, jadi kami hanya nunggu,” ujar Bambang.

Menurutnya, di Kecamatan Membalong terdapat beberapa titik Hutan Lindung. Salah satunya daerah Gunung Kubing, yang luasnya mencapai 10250 hektare dari Desa Kembiri sampai Desa Mentigi.

“Kami akan terus meningkatkan patroli untuk wilayah kehutanan, agar kedepannya kawasan Hutan Lindung tetap terjaga kelestariannya karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tukas Bambang. (rez)