Aktivitas Mahasiswa UBB Terganggu

by -

// Terkait Pemberitaan Tersangka Dekan

PANGKALPINANG – Beberapa perwakilan mahasiswa Falkutas Teknik (FT) Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (23/4) kemarin mendatangi Kantor Harian Pagi Radar Bangka (Jawa Pos Grup). Kendatangan mereka menyangkut pemberitaan sang dekan, Fadillah Sobri yang ditetapkan tersangka oleh penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung (Babel) kasus proyek pengadaan peralatan laboratorium FT UBB, edisi Selasa, 21 April 2015.

Seperti yang diutarakan, Apriansyah. Mewakili teman-temannya, mahasiswa semester X ini menerangkan, adanya pemberitaan ini membuat keresahaan di lingkungan kampus, khususnya mahasiswa. Lantaran, selain menjabat Dekan Fakultas, sosok Fadillah Sobri merupakan tokoh di kalangan mahasiswa.

“Sosok beliau adalah tokoh bagi kami. Adanya pemberitaan ini, menjadi pertanyaan bagi kami sosok ketokohan beliau. Terus terang suasana kuliah di kampus terganggu dengan pemberitaan ini,” ungkapnya dihadapan Redaktur Pelaksana (Redpel) Radar Bangka, Hairul dan dewan redaksi lainnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, kedatangan pihaknya ini untuk menerima penjelasan dari redaksi dalam pemberitaan hingga informasi yang diterima bisa disampaikan ke mahasiswa lainnya. “Jadi kami ingin tahu kejelasan itu, kenapa dekan kami ditetapkan tersangka dan juga sumbernya. Sebab, kami konfirmasi pak Dekan, beliau tidak tahu persoalan itu,” sebut Apriansyah yang juga aktif di organisasi kemahasiswaan non kampus.

Redaktur Pelaksana Radar Bangka Hairul menjelaskan, apa yang dituliskan oleh wartawan adalah fakta dan bukan berita gosip atau isu-isu yang tidak jelas. Selain itu, wartawan harus mendapatkan sumber yang jelas. “Nah terkait pemberitaan tersebut sumber kami adalah Polda Babel,” kata dia. Ia menyebutkan, pemberitaan tersebut bukan semata-mata untuk memojokkan UBB. Tetapi hanya menyampaikan informasi apa adanya. “Dan informasi itu ya dari Polda,” sambungnya. Oleh karena itu, menurutnya, untuk mengetahui kejelasan kasus tersebut pihaknya menyarankan untuk berdiskusi dengan Polda. “Apa yang menyebabkan beliau disebut jadi tersangka, polda yang mengetahui. Jadi silahkan bertanya ke polda,” ucapnya.

Hairul menambahkan, hari ini (kemarin), Radar Bangka juga sudah memberikan ruang dan hak jawab bagi Fadillah Sabri untuk mengklarifikasi berita tersebut. “Dan itu sudah kita terbitkan sebagai bantahan jika bang Fadillah tidak terlibat dari panitia proyek,” sebutnya. Hairul juga meluruskan anggapan yang selama ini dilakukan oleh media jika hanya memberitakan yang negatif saja. Padahal kata dia, kegiatan positif selama itu memiliki nilai berita, ya wajib diberitakan. “Ya nanti kalau teman-teman punya kegiatan, silahkan kami diberitahu baik melalui sms atau undangan,” jelasnya.(iam)