Aktivitas TI Rajuk Ilegal Sungai Lenggang Gantung Berdampak Sangat Fatal

by -
Kondisi Geosite Tebat Rasau kering kerontang.

Sumber Air Baku PDAM Gantung Jadi Tercemar
Tebat Rasau Kering, 90 Ikan Jenis Terancam

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Aktivitas TI Rajuk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) benar-benar berdampak fatal. Selain mencemari sumber air baku PDAM Gantung, juga mengakibatkan keringnya Geosite Tebat Rasau.

Lebih parahnya, akibat fenomena kekeringan Tebat Rasau mengancam kepunahan biota air dan keberlangsungan hidup puluhan jenis ikan di kawasan Sungai Purba tersebut. Hal itu terungkap dalam pembahasan serius keringnya Tebat Rasau, di DPRD Beltim, Senin (29/7).

Saat diberi kesempatan bicara dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat Gedung DPRD Beltim, pendamping Komunitas Tebat Rasau, Budi Setiawan mengungkapkan permasalahan besar akibat mengeringnya sungai ini.

Budi Setiawan menyatakan Tebat Rasau di aliran sungai Lenggang merupakan salah satu site yang memiliki biodiversity sangat kuat. Ini terbukti dengan keberadaan sungai purba yang memiliki hampir 90 jenis ikan.

“Kami menemukan salah satu permasalahan yang menyebabkan keringnya Tebat Rasau adalah dibukanya Pintu (bendungan) Pice. Kami juga menemukan salah satu permasalahan besar ketika Pintu Pice ini tidak ditutup. Permasalahan besar tersebut adalah kekayaan Biodiversity Sungai Lenggang akan punah,” ungkap Budi.

Budi juga mendapati kenyataan bahwa di sekitar kawasan Tebat Rasau terdapat perkebunan kelapa sawit yang ditanam bukan hanya di sempadan sungai, tapi hingga di dalam sungai. Mengenai TI Rajuk, Budi mengaku memang menemukannya beroperasi di sungai tersebut.

“Harapan kami ada perhatian serius karena Tebat Rasau ini mempunyai kekuatan yang sangat besar untuk mengangkat Pariwisata Kabupaten Belitung Timur di mata Internasional,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Beltim, Ikhwan Fahrozi menyebut ada dua permasalahan di sungai Lenggang. Yakni kekeringan Tebat Rasau dan masalah keruhnya air baku sumber PDAM akibat aktifitas TI Rajuk.

“Solusinya kita akan rapat Forkopimda. Saya akan mendengarkan apa pendapat Bupati terhadap permasalahan ini,” ujar Ihkwan.

Iwan Fahrozi juga mengatakan PT Timah seharusnya melakukan pembinaan terhadap penambang TI Rajuk untuk beralih ke kawasan IUP yang lain dan melakukan penambangan secara legal.

“Kita tidak hanya bicara soal penambangan timah. Di atas sungai Lenggang ini ada IUP-IUP yang tidak aktif lagi, dan ini sudah menjadi perhatian KPK karena mereka tidak melaksanakan reklamasi di lahan bekas penambangan yang mereka lakukan,” bebernya.

Dalam kesempatan terpisah, Koko Haryanto, SIP selaku Ketua Fordas Kabupaten Beltim mengatakan, jika benar PT. Timah menampung hasil dari TI Rajuk di Sungai Lenggang. Maka PT Timah wajib untuk merestorasi sungai sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap pembiaran dan aktifitas penadahan hasil timah ilegal tersebut. (msi/yud)