‘Aku Minta Maaf Pada Keluargaku”

by -

* Usai Buat Wasiat, Riko Gantung Diri

ASSALAMUALAIKUM…kepada keluargaku  yang aku sayang, Ak sangat, Ak sayang, apabila Ak salah aku?…matiku malam ini, sayang Zevan, jangan sampai tau Iska. Kepada keluargaku aku sangat menyayangi keluargaku aku minta maaf kepada anak istriku, aku sayang kamu semua.

Demikian wasiat Riko (33) buruh harian, warga Jalan Damai Kelurahan Tanjung Ketapang, Toboali, Bangka Selatan (Basel).  Usai menulis surat itu, ia ambil seutas tali lalu gantung diri di palang kayu  milik orang tuanya, Aryati (58).
Orang yang pertama kali menemukan korban adalah ibunya  sekira pukul 06.00 WIB.  Kontan temuan itu membuat geger warga.
Riko diketahui sudah berkeluarga punya istri bernama Iska dan anak berusia 3 tahun bernama Zevan.  Namun keluarga kecilnya itu tinggal di Sungai Tupa Kecamatan Cengal Sumatera Selatan.
Menurut Ibunya, Riko terdiri dari  7 bersaudara, dua laki-laki dan lima perempuan.  Diduga perbuatan nekadnya karena teringat dengan anaknya sedangkan untuk ke sana kurang diterima oleh istrinya Iska serta biaya untuk berangkat juga tidak punya.  ”Malam tadi (kemarin malam.red) korban baru pulang pukul 04.00 dinihari, saya langsung tidur, ternyata saat saya terbangun pukuil 06.00 ia sudah gantung diri,” ujar ibunya sedih.
”Kalau saya memang tidak ada firasat sama sekali mengenai kematian Riko ini, cuma Riko bermimpi bahwa dia diajak oleh kakaknya Dedi yang meninggal sekitar 3 bulan lalu, dan kami tidak menyangka bahwa Riko akan menyusul kakaknya dengan cara gantung diri,” ujar ibunya lagi.
Sementara itu, petugas dari Kepolisian Sektor Toboali  yang menerima laporan langsung datang ke lokasi kejadian untuk  menurunkan  jenazah Riko yang dipimpin Kapolsek Toboali  AKP Raden Hasir SH MH dan Dan Olah TKP dilakukan oleh Kapolres Basel langsung didampingi Kapolsek Toboali.
Dikatakan Kapolsek seizin Kapolres Basel AKBP Satria Rizkiano.Sik.MSi, barang bukti yang ditemukan berupa sebilah pisau, tali tambang dan kertas isi pesan terakhir korban.(err)