Alasan Ini, Pelaku Penyalahgunaan Serbuk Kratom Hanya Wajib Lapor

by -
Penyalahgunaan Serbuk Kratom
Pelimpahan kepada Polres Belitung, terhadap dugaan pemakai dan pengedar serbuk Kratom, Selasa (28/1).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kasat Narkoba Polres Belitung, Iptu Naek Hutahayan mengatakan, hingga saat ini belum ada undang-undang yang mengatur terkait penyalahgunaan serbuk kratom. Maka dari itu pelakunya belum bisa diproses hukum.

Hal itu disampaikannya mengenai 4 pemuda yang diamankan Satpol PP Belitung karena dugaan mengedarkan dan mengkonsumsi serbuk Kratom, Senin (27/1) sekitar pukul 21.45 WIB. Keempat pemuda itu, yakni MR, WF, ES, dan AN, masing-masing warga Kecamatan Tanjungpandan.

Diketahui WF merupakan pemakai dari Kratom dan MR sebagai pengedar. Sedangkan ES dan AN hanya sebagai kerabat dari MR yang sempat diduga pemakai dari serbuk berwarna hijau muda itu.

“Sementara untuk dari aspek hukumnya sampai sekarang ini karena belum juga dimasukan dalam kategori Narkotika di Permenkes, walaupun sudah dalam usulan dari BNN pusat ya kita harus patuh itu,” katanya kepada Belitong Ekspres, Selasa (28/1).

Untuk sementara barang bukti diamankan Polres Belitung, sedangkan ke 4 pemuda itu hanya dimintai keterangan dan wajib lapor. “Kita kasih pembinaan saja upaya pencegahan, kita buat dia wajib lapor dulu, karena kita harus menanyakannya juga kepada satuan atas. Apalagi dasar hukumnya belum ada,” jelasnya.

Selain itu menurutnya, ini bukan permasalahan Belitung saja, melainkan permasalahan Nasional. Mengingat di Kalimantan ada begitu banyak petani-petani dari tanaman kratom ini. Bahkan ada juga yang ekspor keluar negeri.

“Petani-petani di sana (Kalimantan) juga luar biasa banyaknya, mereka juga ada kirim keluar negeri dengan jumlah yang tidak sedikit ini legal. Masa di sana kirim berton-ton di sini satu kilogram akan kita tahan,” pungkasnya.

Pantauan Belitong Ekspres pada aplikasi Shopee juga ada pelapak yang menjajakan serbuk tersebut dengan harga Rp175 ribu per kilogramnya. Barang tersebut bakal dikirim langsung dari Kalimantan. (fg6)

Editor: Yudiansyah