Alhamdulillah, MIN Tanjungpandan Tempati Gedung Baru

by -

*Di Lokasi Baru Sudah Bisa Upacara Bendera dengan “Layak”

foto A-Pembukaan tirai peresmian gedung baru MIN oleh Kakanwil Kemenag Babel - Copy

Pembukaan Tirai Papan Nama peresmian gedung baru MIN oleh Kakanwil Kemenag Babel.

TANJUNGPANDAN-Perjuangan Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) Tanjungpandan memiliki sekolah yang rePresentatif akhirnya terwujud. Pada hari Jumat (7/11) kemarin sebanyak 108 siswa MIN telah menempati gedung sekolah baru di Jalan Lettu Mad Daud Dalam.

Acara peresmian gedung kemarin, dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bangka Belitung Drs Andi M Daris, Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani, Kasubag TU Kemenag Kabupaten Belitung Masdar Nawawi. Acara juga dimeriahkan penampilan atraksi dan murid MIN, yaitu berepat beregong dan tarian selamat datang serta atraksi karate.

Semula sekolah MIN yang lama letaknya sangat tidak layak. Tidak nyaman untuk melakukan proses kegiatan pendidikan formal. Meski selama ini pendidikan terus berjalan. Karena gedung berbatasan langsung dengan pemukiman warga, dan akses jalan. Siswa sering terganggu saat belajar. Parahnya tidak ada sedikitpun ruang untuk siswa bermain. Bahkan siswa selama ini tidak pernah upacara di sekolah. Tak heran jika warga sekitar mengganggap sekolah ini sekolah kelas dua.

“Impian kami dari jajaran Kemenag mulai dari Kakanwil dan hingga langsung perencanaan ke pusat, untuk meyakinkan kondisi MIN yang lama tidak memungkinkan,” kata Masdar.

Sekolah yang baru lahannya luas.  Luas tanah dan bangunan sekitar 658 meter persegi. Meski agak masuk ke dalam, namun lokasinya lebih baik untuk sekolah. Kini siswa MIN sudah bisa melaksanakan upacara sebagaimana sekolah negeri lainnya.

Sementara Kakanwil Kemenag Provinsi Bangka Belitung Drs Andi M Daris mengatakan terharu melihat kondisi bangunan saat ini. Pasalnya begitu lama siswa MIN belajar di sekolah yang tidak refresentatif. Gedung baru saat ini memiliki 10 ruangan. Dibangun bertahap mulai dari tahun 2013 lalu.

“Saya terharu melihat kondisi bangunan kita begitu megah bila dbandingkan dengan gedung dlingkungan Kanwil Babel. Tadi disampaikan, kondisi gedung lama tidak refresentatif sebagai lembaga pendidikan formal. Gedung pinggir jalan tidak ada lokasi untuk anak bermain. Mudah-mudahan bangunan yang cukup megah ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tukasnya.

Ia mengatakan banyak aspek yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan selain gedung. Saat ini citra madrasah seperti sekolah kelas dua. Namun pelan-pelan citra itu dihapus.

“Ini kita coba bagaimana untuk merubah citra madrasah. Kita tidak mau menerima atau mengeluarkan anak, kelas dua dibanding teman-teman kita,” tegasnya.

Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani mengatakan MIN memang harus dipindah. Kalau tidak dipindah, pertama kasian dengan muridnya karena kurang leluasa bergerak. Padahal selain belajar, siswa juga butuh bermain.

Apalagi fungsi MIN ini juga dalam rangka memberikan pendidikan bekal agama khusus. Dari jumlah murid cukup banyak juga. “Harapan saya kedepan semakin berkembang. Kepada guru fungsikanlah secara maksimal gedung ini dengan memberikan bekal ilmu bermanfaat untuk anak-anak kita,” kata Erwandi.

Sementara ini sekolah MIN yang lama belum difungsikan. Kemenag belum memastikan akan dijadikan apa gedung tersebut nanti. Sekolah ini sudah ada sejak tahun 1991. (ade)